Berita Nasional

Agus Nurpatria sampai Ucap Sumpah Serapah Kecewa Gegara Merasa Dikadali Ferdy Sambo Soal Brigadir J

Agus Nurpatria sampai Ucap Sumpah Serapah Kecewa Gegara Merasa Dikadali Ferdy Sambo Soal Brigadir J

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Dua terdakwa perkara obstruction of justice atau perintangan penyidikan terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan (kanan) dan eks Kaden A Ropaminal Divisi Humas Polri, Kombes Agus Nurpatria (kiri) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Agus Nurpatria mantan Kaden A Biro Paminal Divisi Propam Polri merasa dikadali oleh Ferdy Sambo atasannya soal peristiwa penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Awalnya diberitahu peristiwa tembak-menembak itu diawali oleh pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap isteri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Agus lalu mendapati kenyataan yang berbeda saat jelang dirinya ditempatkan khusus (Patsus) ke Pelayanan Mabes (Yanma) Polri.

Rupanya tidak terdapat insiden tembak-menembak, melainkan penembakan terhadap Brigadir J.

Agus Nurpatria Berikan Kesaksikan Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua
Agus Nurpatria Berikan Kesaksikan Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua (Youtube Kompas TV)

Informasi tersebut diperolehnya dari mantan Kepala Biro Paminal Divisi Propam Polri, Hendra Kurniawan.

"Waktu itu sebelum dipatsus, Pak Hendra sempat bilang ke saya: Gus, kita dikadalin," ujar Arif sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (28/11/2022).

Mendengar informasi itu, Agus pun langsung reflek mengeluarkan sumpah serapah.

"Anj***, kampret, masa kita dikadalin, bang," katanya menceritakan ulang ucapannya kepada Hendra.

Saat itu, Agus merasa kecewa karena telah dibohongi atasannya, Ferdy Sambo terkait kronologi peristiwa di rumah dinas Duren Tiga.

"Saya kecewa," ujarnya.

Baca juga: Arif Rachman Arifin Sebut Ferdy Sambo Menangis Saat Lihat Foto Keluarga: Percuma Saya Bintang Dua

Sebagai informasi, perkara dugaan pembunuhan berencana ini telah menyeret lima terdakwa.

Dua di antaranya ialah Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo dan isterinya, Putri Candrawathi.

Mereka menjadi terdakwa bersama tiga orang lainnya, yaitu Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, dan Kuwat Maruf.

Kelimanya telah didakwa pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Selain itu, ada pula terdakwa obstruction of justice atau perintangan perkara. Mereka ialah Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Irfan Widianto, Arif Rahman Arifin, dan Baiquni Wibowo.

Para terdakwa obstruction of justice telah didakwa Pasal 49 juncto Pasal 33 subsidair Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau dakwaan kedua pasal 233 KUHP subsidair Pasal 221 ayat (1) ke 2 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved