Breaking News:

Berita Nasional

Ferdy Sambo Hanya Bergaji Rp 35 Juta Tapi Belanja Bulanan Capai Rp 600 Juta, Sumbernya Jadi Sorotan

Hal itu katanya menjadi kekhawatirannya dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J agar mengungkap fakta yang sebenarnya.

Editor: Slamet Teguh
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Ferdy Sambo Hanya Bergaji Rp 35 Juta Tapi Belanja Bulanan Capai Rp 600 Juta, Sumbernya Jadi Sorotan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Gaji Ferdy Jambo diketahui hanyalah sekitar Rp 35 juta perbulannya.

Namun, belanja bulanannya diketahui mencapai Rp 600 juta perbulan. Hal tersebutpun kini menjadi sorotan.

Kini, hukuman Ferdy Sambo kini terancam kembali bertambah, hal tersebut terjadi karena ia menyimpan uang di para ajudannya.

Karena itulah, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Simanjuntak, mengungkapkan bahwa terdakwa utama kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, yakni Ferdy Sambo masih memiliki kekuatan dalam mengendalikan proses hukum.

Menurut Martin, Ferdy Sambo memiliki kekayaan yang bisa jadi membuat persidangan terganggu.

Hal itu katanya menjadi kekhawatirannya dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir J agar mengungkap fakta yang sebenarnya.

"Tentu masih khawatir, kita tahu seberapa kaya orang ini. Kaya dalam tanda petik karena kekayaannya menurut saya ini perlu diteliti ulang apakah legal atau ilegal," kata Martin dalam acara Satu Meja di Kompas TV, Jumat (25/11/2022).

Menurut Martin, Ferdy Sambo terlihat janggal dan tak masuk akal ketika mengirimkan uang sejumlah Rp 200 juta untuk biaya operasional di setiap rumah.

Maka untuk tiga rumahnya di Kemang, Magelang, dan Saguling, ia minimal mengeluarkan dana Rp600 juta untuk belanja bulanan.

Padahal, kata Martin, gaji atau pendapatan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri tak lebih dari Rp 35 juta per bulan.

"Sebagai contoh bagaimana orang ini bisa memberikan uang kepada ajudan, menurut versi Sambo untuk tiga dapur dan masing-masing Rp 200 juta. Sedangkan dia pendapatannya yang kita tahu hanya Rp 35 juta," tutur Martin.

Kekhawatiran kedua kata Martin adalah pengaruh Ferdy Sambo di jaringan kepolisian yang sudah tersebar luas saat menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

"Saya yakin sampai saat ini yang bersangkutan masih memiliki kuncian manakala dalam pekerjaan mungkin saja yang bersangkutan memiliki kartu-kartu truf tertentu yang mungkin saja dicatat dalam buku hitam yang dibawa oleh Ferdy Sambo," ucap dia.

Selain itu, yang menjadi sorotan Martin adalah perlakuan berbeda Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dibandingkan terdakwa lainnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved