Breaking News:

Berita Palembang

Wanita Muda Dikeroyok Mantan Suami di Palembang Lapor Polisi, Minta Proses Hukum Dipercepat

Pengeroyokan di Palembang yang dialami Astri oleh mantan suami dan istrinya ini sudah dilaporkan pada 28 Juni 2022, berharap proses hukum dipercepat.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Pengeroyokan di Palembang yang dialami Astri (kanan) oleh mantan suami dan istrinya dilaporkan pada 28 Juni 2022, korban Asrtri berharap proses hukum dipercepat dan kembali mendatangi Polrestabes Palembang, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang wanita muda bernama Astri Puji Astuti (33) dikeroyok mantan suami HN dan istrinya IM di Palembang mendatangi kantor Polrestabes Palembang, Kamis (24/11/2022).

Pengeroyokan dialami Astri di rumahnya di Jalan Swakarsa Kertapati, Palembang pada 16 Juni 2022 lalu.

Peristiwa ini pengeroyokan di Palembang yang dialami Astri oleh mantan suami dan istrinya ini sudah dilaporkan pada 28 Juni 2022, dan berharap agar proses hukum dapat dipercepat.

"Ke sini mau mempertanyakan kelanjutan peristiwa pengeroyokan yang saya alami sudah dilaporkan pada 28 Juni 2022. Tapi sampai sekarang saya dapat info baru akan naik ke tahap lidik, " kata Astri.

Ia menyebutkan dua orang saksi yang ada saat peristiwa pengeroyokan sudah dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan.

Namun, sampai sekarang HN dan IM selaku terlapor belum dipanggil.

Baca juga: Motor Marbot Masjid di Lubuklinggau Hilang Dicuri, Pelaku Pura-Pura Hendak Shalat

"Saksi yang ada di lokasi waktu kejadian sudah dipanggil. Saya takutnya terlapor bakal kembali mendatangi saya kalau belum diproses kelanjutannya," katanya.

Astri menceritakan kronologi pengeroyokan itu berawal dari kedua terlapor yang hendak menjemput sang anak datang ke rumah. Namun terlapor langsung main kasar dengan menarik rambut dan mencekiknya.

"Mereka mau jemput anak pulang sekolah karena biasanya anak saya langsung ke rumah saya setelah pulang sekolah. Tapi pas terlapor datang memang posisi anak saya tidak ada di rumah lagi jajan, " katanya.

Terlapor langsung marah-marah dan melakukan kekerasan kepadanya, selain ditarik rambut Astri mengaku juga dipukul, dicekik dan ditendang oleh terlapor.

"Saya ditendang sampai jatuh. Waktu itu lukanya di lutut dan tangan, " ujarnya.

Selain melakukan kekerasan, terlapor juga merusak pagar dan jendela kaca rumahnya.

"Pagar dan kaca kami juga dirusak oleh terlapor. Karena tak terima saya laporkan keduanya ke polisi, " ujarnya.

Ia berharap kepolisian segera memproses kelanjutan perkara tersebut.

"Saya khawatir kalau mereka datang lagi ke rumah. Karena sebelumnya juga sudah pernah seperti itu, " ujarnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved