Berita PLN Insight

Electrifying Agriculture Terbukti Lebih Efisien, PLN Buat Petani Menghemat 85 Persen

Program Listrik Masuk Sawah ke-2 di OKU Timur, PLN kembali dukung produktivitas petani melaui sistem irigasi termurah berenergi listrik.

Editor: Sri Hidayatun
Humas UID S2JB
PLN kembali menggelar program Electrifying Agriculture di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. 

TRIBUNSUMSEL.COM,MARTAPURA- Setelah berhasil melistriki sawah di Desa Peracak pada Oktober 2021 lalu, PLN kembali menggelar program Electrifying Agriculture di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Kali ini, lahan pertanian di Gapoktan Veteran Jaya, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, menjadi lokasi penerima bantuan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) listrik masuk sawah.

Sebanyak 16 unit pompa listrik, 16 kWH meter pasang baru, serta sarana pendukung irigasi diberikan untuk mendukung produktivitas petani meni hkat di Veteran Jaya.

Bupati OKU Timur, Lanosin Hamzah, mengapresiasi langkah PLN untuk membantu petani dalam meningkatkan produktivitas padi didaerahnya.

Program Listrik Masuk Sawah ke-2 di OKU Timur
PLN kembali dukung produktivitas petani melaui sistem irigasi termurah berenergi listrik.

"Pemda OKU Timur tentunya mengucapkan terima kasih kepada PLN atas dukungannya untuk pertanian yang merupakan jantung ekonominya OKU Timur. Listrik masuk sawah itu sebenarnya konversi peralatan irigasi yang semula berbahan bakar minyak menjadi listrik. Program serupa telah sukses dilaksanakan PLN tahun lalu dimana petani Desa Peracak dapat menghemat biaya operasional hingga 80 persen diikuti dengan peningkatan hasil panen. . Harapan Saya, dengan program listrik masuk sawah ini, petani di Veteran Jaya bisa panen 3 kali dan bisa tetap menanam meskipun musin kering, karena sudah ada pompa air dari PLN yang energinya lebih murah," ujar Lanosin.

Baca juga: Berkontribusi di Bidang Kemanusiaan dan Penanganan Covid-19, PLN Raih Dua Penghargaan

Sutikno, Ketua Kelompok Tani, mengucapkan terima kasih atas bantuan listrik masuk sawah yang diberikan PLN.

Dengan bantuan tersebut, petani tidak perlu menggunakan mesin genset lagi untuk irigasi sawah. 

“Terima kasih PLN, kini kami bisa Bertani dengan lebih moderen dan praktis. Pakai pompa listrik bisa lebih murah, hemat dan tentunya bebas polusi." kata Sutikno.

Roji, salah satu petani penerima bantuan, mengaku bahwa penggunaan pompa listrik terbukti lebih hemat.

Penghematan rupiah bahan bakar bisa mencapai 68 ribu per hari atau sekitar 85 % .

"Sebelum menggunakan listrik, pemakaian bahan bakar minyak untuk pompa sebesar Rp. 80.000 per hari. Setelah dicoba menggunakan pompa listrik, biaya yang dikeluarkan hanya sebesar Rp. 12.000 per hari. Satu unit pompa listrik bisa dipakai untuk 5 Ha sawah. Sangat hemat!," ujar Roji.

Manager UP3 Lahat, M. Syafdinnur, mengungkapkan bahwa program listrik masuk sawah ini merupakan sistem irigasi termurah yang dapat diberikan PLN untuk mendukung produktivitas petani.

“Suksesnya Desa Peracak semoga dapat dirasakan juga oleh para petani di Veteran Jaya. Program listrik masuk sawah ini adalah irigasi termurah yang dapat diberikan PLN untuk mendukung produktivitas petani yang merupakan jantung masyarakat Kabupaten OKU Timur,” pungkas Syafdinnur.

Baca berita lainnya langsung dari google news
 
 
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved