Berita Viral

Viral Pelajar SMP di Sidoarjo Ngamuk Ditegur Polisi Tak Pakai Helm, Tak Terima Kesalahannya Direkam

Beredar dimedia sosial video yang memperlihatkan seorang pelajar berkendara sepeda motor ditegur oleh petugas polisi.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Moch Krisna
Ig/@lambe_turah
Seorang pelajar berkendara sepeda motor ditegur oleh petugas polisi. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Beredar dimedia sosial video yang memperlihatkan seorang pelajar berkendara sepeda motor ditegur oleh petugas polisi.

Pasalnya, pelajar tersebut ditegur polisi lantaran tidak mengenakan helm saat berkendara.

Dikutip dalam unggahan Instagram @lambe_turah, Senin (21/11/2022) tampak pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) diberhentikan oleh polisi yang bertugas dan diberi teguran karena tidak mengenakan helm

Bahkan pelajar pria tersebut belum memiliki SIM.

Saat ditegur polisi, pelajar tersebut justru mengamuk bak tak terima karena diberhentikan.

"Gak boleh, harus pakai helm kalau gak pakai helm berbahaya, diambil helmnya." jelas polis.

"Itu pengamannya dek, kalau berkendara harus dilengkapi dengan helm," sambungnya.

Namun pelajar tersebut malah membantah jika mengenakan helm dengan tidak sama saja .

Petugas polisi ini lantas meminta pelajar untuk ke kantor polisi dan meminta orang tuanya membawakan helm.

"Ini ke kantor dulu, nanti suruh ibunya ambil helm, kalau sudah ada helm nanti baru bisa dibawa kendaraannya." terang polisi.

"Malas," sahut si pelajar.

Lebih lanjut, diakhir video tampak pelajar itu makin mengamuk saat mengetahui dirinya divideokan hingga melontarkan kata-kata kasar kepada petugas polisi.

Unggahan tersebut sontak heboh jadi sorotan dan dibanjiri beragam komentar warganet.

"Sikatttt pakkkk" tulis akun @ntull.

"Angkut udh pak pol,, bocah tengil,, dh byk ksalahan msh ngecaprak aj lg" tulis akun @umierina.

"Heran anak 2 jaman sekarang minim sopan santun " tulis akun @muftiana.

Nenek ODGJ Ditendang pelajar

Seorang nenek terpental usai ditendang oleh gerombolan pelajar SMA di Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Video nenek ditendang pelajar itu viral di media sosial.

Kini, 6 pelajar diamankan polisi terkait video tendang nenek tersebut.

Dalam video tersebut terlihat gerombolan siswa SMA sedang melakukan konvoi menggunakan motor.

Mereka melihat seorang nenek dan menghentikan motor untuk menghampiri nenek yang berjalan sendirian.

Pelajar SMA ini mengepung nenek dan mengeluarkan kata-kata yang membuat nenek tersebut emosi.

Setelah terjadi adu mulut dengan nenek, salah satu siswa SMA menendang nenek hingga terjatuh di jalan.

Nenek yang merasa ketakutan berlari dan meminta pertolongan.

Para siswa yang melihat nenek berlari ketakutan terlihat senang dan tidak merasa bersalah.

Video ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagaram @sayaphati pada Sabtu (19/11/2022).

Kini enam pelajar yang melakukan penganiayaan terhadap nenek telah diamankan oleh Polres Tapanuli Selatan.

Penangkapan ini dilakukan pada Sabtu (19/11/2022) setelah video mereka viral.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Imam Zamroni membenarkan penangkapan ini.

"Yang kami amankan ada enam pelaku, yang ada di dalam video ada lima yang mengambil gambar ada satu. Para pelaku ditangkap tadi malam," ujarnya dikutip dari TribunMedan.com pada Minggu (20/11/2022).

Ia menjelaskan jika keenam pelaku masih berstatus pelajar dari salah satu SMK di Tapanuli Selatan.

"Semua masih berstatus pelajar yang bersekolah di SMK kabupaten Tapanuli Selatan dan usianya juga masih dibawah umur," imbuhnya.

Para pelaku yang melakukan penganiayaan ini masih di bawah umur dan Polres Tapanuli Selatan akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) terkait kasus ini.

"Hari Selasa nanti kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menggali keterangan dari pelaku, bersama Bapas," terangnya.

Menurutnya saat ini proses pemeriksaan masih di tahap melengkapi berkas agar bisa dilanjutkan ke pengadilan.

"Jadi rencananya kami akan menyerahkan dulu kepada orang tua, tokoh masyarakat, kepala sekolah mereka, dan juga Dinas Pendidikan, untuk melaksanakan pembinaan karakter, selama kami melaksanakan proses pemberkasan perkara," imbuhnya.

Nenek yang menjadi korban masih dicari keberadaannya.

Ia menambahkan jika nenek dalam video tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.

"Saat ini masih dalam lidik, kami tetap menggali dan memeriksa pelaku dan saksi, siapa tau nanti kami temukan keluarga dari ibu tersebut. Sehingga semua berkas perkaranya lengkap."

"Nanti hasil lidiknya seperti apa, kita laksanakan gelar perkara untuk menentukan tindak lanjut berikut nya," jelasnya.

Baca berita lainnya di Google News

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved