Berita Muara Enim

Menolak Ajakan Ibu Tinggal Serumah, Gadis 15 Tahun Bongkar Perbuatan Asusila Ayah Tiri di Muara Enim

Menolak ajakan ibu kandungnya untuk tinggal serumah, seorang gadis 15 tahun di Muara Enim membongkar perbuatan asusila ayah tiri. 

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Menolak ajakan ibu kandungnya untuk tinggal serumah, seorang gadis 15 tahun di Muara Enim membongkar perbuatan asusila ayah tiri, Senin (14/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Menolak ajakan ibu kandungnya untuk tinggal serumah, seorang gadis 15 tahun membongkar perbuatan asusila ayah tiri di Muara Enim

Seorang ayah di Kecamatan Lubai Muara Enim dilaporkan berbuat asusila pada putri tirinya yang masih berusia 15 tahun.

Pelaku berinisial MD (37) sudah berulang kali berbuat asusila sejak korban berinisial CA masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Terbaru adalah pelaku yang resedivis ini meraba bagian sensitif anak tirinya tersebut saat korban tengah tidur dan bermaksud merupaksa korban.

Namun korban melawan sehingga aksi tersebut bisa digagalkan dan pelaku diamankan oleh Polres Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi melalui Kasat Reskrim AKP Tony Saputra, Senin (14/11/2022), mengatakan bahwa terungkapnya kasus tersebut berawal korban tidak mau ikut tinggal di rumah ibu kandungnya dan memilih tinggal dengan neneknya yang kebetulan rumahnya tidak jauh.

Baca juga: Ibu Anak Tewas Kecelakaan di Jalan Palembang-Jambi, Korban Guru PPK Ditabrak Truk Trailer

Melihat hal tersebut, ibunya marah-marah kepada korban dan menanyakan alasan korban tidak mau tinggal dengannya padahal ia adalah ibu kandungnya.

Setelah didesak terus akhirnya korban memberitahukan penyebabnya adalah ayah tirinya sering berbuat tidak senonoh dan cabul serta berupaya mengagahinya.

Mendengar hal tersebut, ibu kandungnya langsung marah dan tidak terima.

Atas saran keluarga besar akhirnya korban ditemani keluarganya memilih mengadukannya ke Polres Muara Enim. Usai mendapat laporan anggota Satreskrim Polres Muara Enim dibantu Satreskrim Polsek Lubai langsung melakukan penangkapan.

"Saat ini, pelaku dan barang buktinya sudah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Tony.

Masih dikatakan Tony, pelaku mulai melakukan pencabulan terhadap korban sejak duduk di bangku SD kelas III namun tidak sampai dirudapaksa.

Ketika korban duduk di kelas IV SD pada tahun 2016, Pelaku menjadi buronan Pencurian dengan Kekerasan (Curah) dan tertangkap serta dihukum penjara selama lima tahun di Rutan Prabumulih.

Setelah menjalani hukuman, pada tahun 2020 pelaku bebas dan korban pada saat itu sudah duduk di kelas III SMP.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved