Berita Muara Enim

Razia Hiburan Malam di Muara Enim, 18 Orang Terjaring, Dua Dipergoki di Kamar

Tim Yustisi Muara Enim menggelar razia tempat-tempat hiburan malam, warung remang-remang, dan panti pijat di Gelumbang Muara Enim

SRIPOKU/ARDANI
Tim Yustisi Kabupaten Muara Enim berhasil menjaring 18 pemandu hiburan malam. Bahkan dua diantaranya tertangkap basah sedang melayani pengunjung di warung remang (warmang) di daerah kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (12/11/2022) malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM,--Razia tempat-tempat hiburan malam, warung remang-remang, dan panti pijat yang ada di Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim digelar, Sabtu (12/11/2022) malam.

Razia yang digelar dalam rangka penertiban terhadap pelanggaran Perda dan Perkada di Wilayah Kabupaten Muara Enim berhasil menjaring 18 pemandu hiburan malam.

Bahkan dua diantaranya tertangkap basah sedang melayani pengunjung di warung remang (warmang) di kamar.

Tim Yustisi Muara Enim tersebut yang terdiri dari Kodim 0404 Muara Enim, Polres Muara Enim, Lapas Muara Enim, Satpol PP Muara Enim, dan Dishub Muara Enim menelusuri tempat-tempat hiburan malam, warung remang-remang, dan panti pijat.

"Dari penyisiran kami, ada 18 pemandu hiburan, 2 diantaranya tertangkap basah sedang asyik ngamar dengan pengunjung. Untuk  16 orang lainnya hanya menemani pengunjung berkarokean saja," ujar Kasat Pol PP AM Musadeq, Minggu (13/11/2022).

Tim Yustisi Kabupaten Muara Enim menjaring 18 orang dari tempat-tempat hiburan malam, warung remang-remang, dan panti pijat yang ada di Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim.
Tim Yustisi Kabupaten Muara Enim menjaring 18 orang dari tempat-tempat hiburan malam, warung remang-remang, dan panti pijat yang ada di Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim. (SRIPOKU/ARDANI)

Menurut Musadeq yang didampingi Kabid Penegakan Perda Andi Gumara mengatakan bahwa Tim Yustisi adalah untuk menegakkan Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Penyelengaraan Adminstrasi Kependudukan, dimana Kartu Identitas diri atau KTP harus dibawa dimana saja sebagai tanda pengenal diri.

Selain itu, juga untuk mengantisipasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.

Untuk itu, lanjut Musadeq, pihaknya menyisir tempat-tempat hiburan malam, warung remang-remang, dan panti pijat yang ada di Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim.

Dan saat melakukan razia ternyata mereka diamankan karena melanggar norma susila dan tidak dapat menunjukan identitas diri.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan minum keras merk anggur Merah dan tuak yang dijual oleh pemilik warung remang-remang tersebut.

Baca juga: Syarat dan Biaya Membuat Paspor di Muratara, Layanan Jemput Bola Kantor Imigrasi Muara Enim

Dan ini  melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat.
Dan bagi pelanggar ini dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan.

"Terhadap 36 orang tersebut identitasnya kami data langsung dilakukan pembinaan serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya," tegasnya.(SP/ARDANI)
 
 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved