Berita Nasional

Ibu Brigadir J Marah Besar, Bentak Hendra Kurniawan Saat Jalani Persidangan 'Jangan Asal Asbun'

Hal itu diutarakan oleh Rosti Simanjuntak dalam sidang untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Editor: Slamet Teguh
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ibu Brigadir J Marah Besar, Bentak Hendra Kurniawan Saat Jalani Persidangan 'Jangan Asal Asbun' 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ibu Brigadir J kini marah besar, hal tersebut terjadi dalam persidangan.

Ibu Brigadir J membentak Hendra Kurniawan dalam persidangan.

Seperti diketahui, Ibunda mendiang Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Rosti Simanjuntak dan segenap keluarga kembali dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang lanjutan tewasnya Brigadir Yosua.

Dalam sidang yang digelar di ruang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan itu, Rosti Simanjuntak menuturkan kemarahannya saat rombongan Brigjen Hendra Kurniawan ke kediamannya dalam upaya mengantarkan peti jenazah sang anak ke Sungai Bahar, Jambi.

Hal itu diutarakan oleh Rosti Simanjuntak dalam sidang untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Mulanya, Rosti Simanjuntak membeberkan kalau pihaknya ingin Hendra Kurniawan beserta rombongan untuk menampilkan tayangan CCTV soal kematian Yosua, akan tetapi kata dia, jika ingin mendapati bukti, keluarga harus ke Jakarta.

"Atas kehadiran rombongan Pak Hendra bersama rombongan lainnya yang berpakaian sipil atau penyidik dari Bareskrim, mereka menyuruh kami untuk mengetahui bukti itu harus datang ke Jakarta," kata Rosti Simanjuntak dalam persidangan, Rabu (2/11/2022).

Baca juga: Ibu Brigadir J Marahi Hendra Kurniawan saat Jelaskan Kematian Sang Anak : nggak Usah Banyak Bicara

Baca juga: Febri Diansyah Mengaku Senang Usai Vera Menjawab Soal Ancaman Pembunuhan ke Brigadir J Pada 21 Juni

Atas permintaan itu, Rosti Simanjuntak merasa marah, terlebih sang anak meninggal dalam kondisi tragis yang dilihat dengan adanya beberapa luka termasuk tembakan di bagian tubuh.

Sebab kata dia, kejadian tewasnya Brigadir Yosua itu, di rumah dinas seorang jenderal Polisi yang sudah dipastikan dipasang kamera CCTV.

Alhasil, Rosti membentak terdakwa Brigjen Hendra Kurniawan beserta rombongan untuk tidak hanya sekedar bicara, tapi menunjukkan alat bukti.

"Sedangkan di sana saya sebagai ibu yang sudah begitu hancur hati, memohon berulang kali kepada mereka, buktikan barang bukti yang sah, jangan cuma omongan atau kasarnya asbun (asal bunyi) saya bilang," kata Rosti.

"Karena saking kesalnya saya, anak saya sudah dibunuh begitu sadisnya tanpa ada pemberitahuan dari atasannya atau semua rombongan yang ada di rumah Pak Ferdy Sambo," sambungnya.

Kemarahan itu juga dilayangkan oleh Rosti karena dirinya merasa sebagai sosok yang melahirkan Yosua, tetapi tidak bisa melihat detik-detik saat anaknya meninggal.

Atas hal itu, Rosti kembali membentak Hendra Kurniawan yang masih meminta keluarga untuk tidak memperdebatkan hal demikian.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved