Berita Palembang
GoSend Mudahkan Ana Terima Paket Dalam Satu Hari, Tanpa Perlu Repot Pergi Keluar Rumah
GoSend ini sangat memudahkan kami, kalau misal mager tinggal buka aplikasi Gojek terus pilih GoSend untuk jasa pengiriman barang dan antar dokumen
Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ana ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Macan Lindungan Permata Palembang ini terlihat sibuk mengurus kucing-kucingnya yang berjumlah sekira 11 ekor.
Kucing-kucingnya ini terlihat lucu, berlari ke sana kemari di teras rumah ketika dikeluarkan dari kandang yang dibuat khusus tiga tingkat.
Dia sengaja mengupah seorang tukang untuk membuat kandang kucing yang juga diletakkan di teras rumah.
"Ini sengaja saya minta tolong tukang buatnya, karena kucing saya banyak. Kalau beli kandang satu satu teras rumah jadi penuh kan karena kandang kucing jadi sengaja buat tingkat tiga aja," ujar ibu dua orang anak ini.
Memelihara kucing tentunya butuh biaya lebih, apalagi ada tiga kucingnya yang mengidap masalah susah buang air kecil. Jadi makanannya pun harus beda, harus dibeli di klinik praktek dokter hewan.
Di hari yang sama, ketika dia di teras melihat kucing-kucingnya. Ana terihat sedikit kebingungan pada Senin siang (24/9/2022) sekitar 11.35, makanan kucing yang biasa dimakan oleh tiga kucingnya yang terkena penyakit susah buang air kecil ternyata sudah habis.
Sadar ibunya kebingungan, Wulan sebagai anak bertanya untuk memastikan kenapa sang ibu terlihat bingung dan khawatir.
"Bu, kenapa bingung dan resah begitu," tanya Wulan ke Ana.
Ana pun menjawab pertanyaan putrinya tanpa ragu, dia takut dua kucingnya tidak makan siang karena makanan kucing yang biasa dimakan (tiga kucingnya Kiko, Putih dan Milo) habis.
"Ini mba, makanan kucing kita habis. Ibu bingung gimana ya belinya, makanannya kan gak ada di petshop biasa harus beli langsung ke praktek dokter hewan, kalau ke tokonya jauh dari rumah," kata ibu dua anak ini sembari mengelus kucingnya yang bernama Kiko.
Mendengar hal tersebut, Wulan dengan sigap langsung mencari ponselnya, kemudian langsung membuka aplikasi Gojek.
"Oalah bu, aku pikir tadi bingung kenapa, biasanya kan kita juga beli di praktek dokter hewan terus diantar barangnya lewat GoSend salah satu menu pilihan di aplikasi Gojek," jelas Wulan kepada ibunya.
Selanjutnya, Wulan memilih menu GoSend dari aplikasi Gojek, kemudian dia memilih alamat tujuan dan alamat tempat mengambil barang/makanan kucing yang sebelumnya dia pesan terlebih dahulu kemudian barang pesanan tersebut dititipkan melalui GoSend.
"Ini pesan dulu makanan kucingnya lewat pesan Whatsapp melalui admin tokonya, terus saya lanjutkan mengorder GoSend. Jangan lupa bayar ongkir GoSend pakai Gopay kemudian ambil tangkapan layar orderan GoSend selanjutnya dikirim ke admin toko (tempat menjual makanan kucing). Setelah itu nanti tinggal adminnya yang titip barang yang kita beli ke mitra Gojek," beber Wulan.
Setelah memesan GoSend, Ana menunggu dengan sabar makanan kucing yang dibeli anaknya melalui layanan GoSend di aplikasi Gojek.
"GoSend ini sangat memudahkan kami, kalau misal mager (malas gerak) tinggal buka aplikasi Gojek terus pilih GoSend untuk jasa pengiriman barang dan antar dokumen," ujar Ana.
Ana mengatakan sering menggunakan jasa GoSend, tetapi terkadang bingung sehingga meminta bantuan putrinya.
"Kalau pesan GoSend lumayan sering ya, apalagi makanan kucing kucing saya soalnya kalau beli langsung ke toko atau praktek dokter hewan itu lumayan jauh alamatnya. Anak saya yang biasa pesan, minta bantuan dia yang lebih paham cara memesan," ujarnya sambil tersenyum.
30 Menit kemudian, makanan kucing yang dibeli datang. Mitra Gojeknya pun sangat ramah dan tepat dalam menemukan alamat rumah Ana.
"Dengan ibu Ana ya, ini barangnya (makanan kucing) dua bungkus ya bu. Untuk ongkos kirim GoSend sudah dibayar melalui Gopay," ujar mitra Gojek yang diketahui bernama Imam Rahman ini.
Jadi Penopang Perekonomian Mitra Gojek
Setelah mengantar barang dan diberika kepada ibu Ana, Imam dengan senang hati berbagi informasi mengenai pengalamannya selama menjadi mitra Gojek.
Imam mengakui kalau dirinya sudah lama menjadi mitra Gojek. " Udah lama saya mba jadi mitra Gojek, dari 2017 sampai sekarang. Saya full kerja jadi mitra Gojek," jelasnya.
"Saya juga lebih sering ambil orderan GoSend dibandingkan dengan pesanan lain. Minimal 20 orderan saya ambil, ini dimulai 2-3 tahun ini (khusus ambil orderan Go Send)," ujar Imam.
Imam juga mengatakan dari pandemi hingga sekarang pemasukannya berubah drastis.
"Pemasukan saya dari pandemi hingga sekarang jelas naik drastis ya. Kalau pada saat pandemi orderan kan dibatasin karena untuk menjaga jarak paling tujuh orderan, kalau sekarang 28 orderan saya ambil, alhamdulillah," katanya tersenyum.
Peningkatan orderan ini tentunya menjadi penopang perekonomian hidup imam. "Tentunya orderan banyak diambil ya jadi penopang perekonomian saya, kerja jadi semangat," katanya.
Berbagai Macam Layanan GoSend
Sementar itu, Head of Corporate Affairs Gojek Sumatera Aji Wihardandi dihubungi via pesan Whatsapp mengatakan menu layanan GoSend memang banyak dipakai pelanggan setia Gojek apalagi sering ada potongan ongkos kirim.
"Mitra Gojek sepenuhnya diberikan kewenangan dalam mengambil orderan berdasarkan preferensi pribadinya seperti yang dilakukan mas Imam, dia lebih sering ambil orderan GoSend. Untuk GoSend memang banyak digunakan oleh pelanggan Gojek yang ingin mengirim barang dan antar dokumen dengan cepat. Ada juga layanan Go Send instant jaminan 1 jam sampai," jelas Aji, Senin (10/10/2022).
Kemudian tak hanya ada GoSend Instan tetapi juga ada layanan GoSend sameday dengan waktu antar 6-8 jam, GoSend API yakni layanan pengiriman on demand buat platform online.
"Ada juga GoSend intercity, layanan khusus buat pelanggan yang perlu kirim barang keluar kota dan GoSend portal yang melayani pengiriman barang sekaligus banyak hanya dengan satu kali order," tutupnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Layanan-GoSend-aplikasi-Gojek.jpg)