Harga Karet Palembang
Harga Karet Dunia Sicom SGX Hari Ini Turun, Kurs Dolar Turun, Update Jumat 28 Oktober 2022
Harga karet dunia Sicom SGX hari ini turun tajam, kurs dolar juga turun, update Jumat 28 Oktober 2022.
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet dunia Sicom SGX hari ini turun tajam, kurs dolar juga turun, update Jumat 28 Oktober 2022.
Harga karet di bursa perdagangan Singapura atau Singapore Exchange dibuka pada angka 120,3 sen dolar per kg.
Penawaran tertinggi 121,1 sen dolar per kg dan penawaran terendah 117,6 dolar AS.
Hingga pukul 14.00, harga karet dunia berada pada angka 118,1 sen dolar per Kg. Angka ini turun dibandingkan hari sebelumnya pada periode perhitungan yang sama 122,2 sen dolar per kg.
Kurs dolar AS terhadap rupiah hari ini turun jadi 15.527,55 artinya dolar melemah terhadap rupiah hari kemarin yang berada pada angka Rp 15.544,85.
Harga karet dunia hari ini Rp 18.338 per kg atau turun sekitar Rp 657 per kg. Harga ini akan terus bergerak hingga penutupan bursa.
Baca juga: Cara Menghitung Harga Getah Karet di Pabrik Berdasar Harga Karet Dunia, Petani Perlu Tahu
Dua Jenis Produk Karet Alam
Karet alam adalah bahan olahan yang diperoleh dari lateks pohon Hevea Brasiliensis dan dapat digunakan untuk memproduksi berbagai jenis karet.
Ada dua jenis produk karet alam yakni TSR dan RSS. Namun, di pasar perdagangan karet umumnya digunakan sebagai acuan harga adalah karet alam TSR.
Pengertian TSR atau Technically Specified Rubber adalah lateks cair yang telah dibiarkan membeku secara alami dan dibentuk kembali menjadi balok-balok yang dapat digunakan dalam pembuatan ban.
Sedangkan Ribbed Smoked Sheet (RSS) adalah lateks cair yang digulung menjadi lembaran dan dimasukkan melalui proses pengasapan.
Negara Penghasil Karet Alam Dunia
Sejumlah negara di Asia menjadi penghasil karet alam dunia.
Berdasarkan rata-rata produksi karet dunia periode 2014-2018, Thailand menjadi negara produsen karet terbesar dengan rerata produksi mencapai 4,58 juta ton.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, Thailand memberikan kontribusi sebesar 31,83 persen dari rata-rata produksi karet dunia pada periode tersebut.