Berita PALI

Bupati PALI Serukan Warga Tanam Pangan Manfaatkan Pekarangan Rumah, Antisipasi Krisis Pangan Global

Bupati PALI Heri Amalindo melakukan gerakan menanam singkong bertempat di halaman kantor bupati Jalan Merdeka KM 10 Kecamatan Talang Ubi.

Tayang:
SRIPOKU/REIGAN
Bupati PALI Dr Ir H Heri Amalindo MM (kiri) didampingi petani dan Sekda PALI Kartika Yanti (kanan) saat menanam ubi dihalaman kantor bupati Jalan Merdeka KM 10 Kecamatan Talang Ubi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Dr Ir H Heri Amalindo MM didampingi Wabup Soemarmo serta Sekretaris Daerah, Kartika Yanti melakukan gerakan menanam singkong bertempat di halaman kantor bupati Jalan Merdeka KM 10 Kecamatan Talang Ubi.

Hal demikian bertujuan guna menyerukan masyarakat menanam tanaman pangan sebagai antisipasi ancaman krisis pangan global. 

“Krisis pangan lebih berbahaya dari covid-19. Untuk itu sebagai antisipasi harus kita persiapkan dari sekarang,” ungkap Heri Amalindo, Minggu.

Bupati mengaku telah menerima telegram dari presiden untuk tidak meremehkan ancaman krisis pangan. 

Menurutnya, ada belasan negara besar yang saat ini kekurangan pasokan pangan akibat pemanasan global pasca pandemi Covid-19. Ancaman krisis pangan ini tidak boleh dianggap enteng," terangnya.

Untuk menggairahkan masyarakat menanam tanaman pangan, Bupati menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan petak percontohan di halaman kantor bupati. 

Untuk jenis tanaman, pihaknya tidak memaksa untuk menanam singkong, tetapi sesuai anjuran presiden ada 6 jenis tanaman pangan yang harus digenjot produksinya, antara lain singkong, ubi jalar, padi, jagung, talas dan jenis lainnya. 

"Tanaman pangan sebagai contoh di masyarakat, kami sengaja memanfaatkan lahan tidur di halaman kantor bupati dengan menanam singkong, jagung, dan ubi jalar,” jelasnya. 

Umbi yang sengaja dipilih, Bupati menyatakan sangat mudah perawatannya dan hasilnya bisa menjadi stok pangan bagi masyarakat. 

“Bisa diolah menjadi berbagai bahan makanan yang bisa disimpan lama, seperti tepung mokaf. Selain itu, tanaman ubi jalar tidak memerlukan perawatan khusus, cukup ditanam, disiangi dari gulma dan dibiarkan panen." Katanya.

Kepada seluruh OPD, Bupati mengimbau untuk menyampaikan informasi terkait ancaman krisis pangan yang diprediksi akan terjadi pada 2023 kepada seluruh masyarakat. 

"Beri tahu masyarakat bahwa tahun depan hampir seluruh dunia akan menghadapi kesulitan pangan. Saat ini di negara-negara Eropa sudah banyak orang yang kelaparan. Ribuan nyawa melayang setiap hari karena tidak makan," katanya. 

Seluruh OPD juga ditekankan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan area tidur untuk menanam tanaman pangan. 

“Banyak lahan di PALI yang belum dikelola, kenapa dibiarkan ditumbuhi semak belukar. Lebih baik digunakan untuk menanam tanaman pangan, seperti ubi. Paling tidak menggunakan pekarangan rumah. Karena tidak ada apa-apa. rugi kalau kita tanam ubi. Tidak ada krisis, kalau kita tanam pasti kita nikmati hasilnya,” ajak Bupati.

Baca juga: Diduga Memeras, Oknum Polisi di PALI Dilaporkan ke Propam, Korban Diminta Rp 30 Juta

Sementara, Ahmad Jhoni, Pj Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI mengatakan, untuk mendukung program antisipasi krisis pangan global, tahun ini pihaknya menyiapkan bibit ubi jalar bagi masyarakat yang ingin menanam. 

“Kita siapkan bibit ubi jalar dan kita libatkan Duta dan Andalan Petani Milenial untuk menertibkan program ini. Untuk tahap awal ini kita kelola lahan di depan kantor bupati. Semoga program ini bisa ditiru oleh masyarakat, selain untuk mengantisipasi pangan global ancaman sekaligus tambahan bagi masyarakat selain komoditas karet atau sawit,” harapnya.(cr2)
----

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved