Harga Karet Palembang
Harga Karet Dunia Terus Turun, Harga Karet Sumsel Hari Ini Rp 19.884 per Kg untuk KKK 100 Persen
Harga karet dunia terus turun berpengaruh terhadap harga karet Sumsel hari ini. Harga karet KKK 100 persen pada 20 Oktober dibandrol Rp 19.884 per kg.
Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet dunia terus turun berpengaruh terhadap harga karet Sumsel hari ini.
Meski nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar tetapi tidak mendongkrak harga karet sehingga harga karet Sumsel hari ini juga turun.
Bahkan harga karet Sumsel sudah dua hari terakhir turun untuk semua kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini turun dibanding harga kemarin.
Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 20 Oktober dibandrol
Rp 19.884 per kg atau turun dibanding harga 18 Oktober lalu yang dibandrol Rp 20.177 per kg.
Turunnya harga KKK 100 persen juga diikuti turunnya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.
Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 17.895 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 15.907 per kg.
Baca juga: Cara Menghitung Harga Getah Karet di Pabrik Berdasar Harga Karet Dunia, Petani Perlu Tahu
Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 13.918 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.930 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.942 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.953 per kg.
Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional. Yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.
Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.
Negara Penghasil Karet Alam Dunia
Sejumlah negara di Asia menjadi penghasil karet alam dunia.
Berdasarkan rata-rata produksi karet dunia periode 2014-2018, Thailand menjadi negara produsen karet terbesar dengan rerata produksi mencapai 4,58 juta ton.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, Thailand memberikan kontribusi sebesar 31,83 persen dari rata-rata produksi karet dunia pada periode tersebut.
Indonesia berada di posisi kedua dengan rata-rata produksi karet selama 2014-2018 sebesar 3,37 juta ton.
Kontribusi rata-rata produksi karet dari Indonesia di dunia mencapai 23,44 persen .