Berita Palembang

Charitas Hospital Palembang Adakan Seminar Awam Stunting dan Nutrisi

Charitas Hospital Palembang mengadakan Seminar Awam Stunting dan Nutrisi di Auditorium lantai 8, Gedung Rawat Jalan RS Charitas Palembang.

Charitas Hospital Palembang Adakan Seminar Awam Stunting dan Nutrisi - Seminar-Awam-Stunting-dan-Nutrisi-Charitas-Hospital-Palembang.jpg
Charitas Hospital Palembang
Charitas Hospital Palembang mengadakan Seminar Awam Stunting dan Nutrisi di Auditorium lantai 8, Gedung Rawat Jalan RS Charitas Palembang, Sabtu (15/10/2022).
Charitas Hospital Palembang Adakan Seminar Awam Stunting dan Nutrisi - Charitas-Hospital-Palembang-Adakan-Seminar-Awam-Stunting-dan-Nutrisi.jpg
Charitas Hospital Palembang
Charitas Hospital Palembang mengadakan Seminar Awam Stunting dan Nutrisi di Auditorium lantai 8, Gedung Rawat Jalan RS Charitas Palembang, Sabtu (15/10/2022).

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Pemerintah sudah membuat program nasional dan bergandengan tangan untuk mengatasi stunting. Tetapi  itu bukanlah hal yang mudah, maka perlu  bergerak bersama-sama.

Untuk itu Charitas Hospital Palembang mengadakan Seminar Awam Stunting dan Nutrisi di Auditorium lantai 8, Gedung Rawat Jalan RS Charitas Palembang.

"Kami membuat acara seminar awam stunting ini sebagai langkah pertama,  kita ingin masyarakat sebagai lini terdepan atau orang yang berpotensi stunting diedukasi," kata dr Elina Waiman SpA, MARS, Sabtu (15/10/2022).

Menurutnya, masyarakat harus tahu  apa itu stunting, karena masih banyak juga yang belum paham apa itu stunting.  Bahwasanya stunting itu perawakan pendek yang diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Kalau pendek memang ada beberapa faktor seperti keturunan, kelainan hormon, kelainan genetik ataupun karena kekurangan asupan gizi. Nah kalau pendek karena kekurangan asupan gizi itulah yang dinamakan stunting.

"Memang menentukan stunting atau bukan sebaiknya dilakukan diagnosa oleh dokter anak, sehingga bisa dianalisa ini pendek karena kekurangan gizi atau bukan," kata Dokter Elina

Menurut Dokter Elina, anak dibawah usia lima tahun rentan stunting. Sebagai gambaran, 1000 hari pertama kehidupan, yaitu dimulai dari awal kehamilan, lalu 2 tahun pertama dan bisa diintervensi sampai usia lima tahun. Maka perlu intervensi di 1000 hari kehidupan, kalau telat maka sulit untuk menyelamatkannya.
 
Seperti yang diketahui angka stunting secara nasional cukup tinggi diiangka 24 persen dan untuk Sumsel diiangka 24,8 persen. Lebih tinggi ketimbang nasional. 

"Maka yang harus dilakukan beri nutrisi ibu hamil yang cukup, termasuk pemberian tablet zat besi dan folat. Kemudian dari kehamilan melahirkan beri asi ekslusif, kalau bisa jangan susu formula," pesannya 

Menurutnya, beri asi ekslusif selama enam bulan dan pantau pertumbuhannya.  Kemudian ketika MPASI beri asupan yang tinggi dan kaya zat besi, seperti daging merah dan lain-lain.

Kuantitas itu penting, terus kualitas juga. Ada orang tua yang berpikiran cukup memberikan tepung beras saja sampai usia tujuh bulan, padahal usia enam bulan itu harus lengkap seperti ada hewani, telur, sayuran? buah susu dan lain-lain.

Sementara itu Sr. M. Margaretha, FCh menjelaskan dari sisi nutrisi, bahaa untuk usia 6 bulan mulai diberikan MPASI dengan dimulai dari tekstur makanan yang  cair, agak kental, atau makanan saring.

"Untuk frekuensi makanan utama 2-3 kali sehari dan snack 1-2 kali sehari. Untuk kebutuhan energi dari MPASI pada usia 6 bulan cukup 200 kkal. Komposisinya karbohidrat, protein hewan dan lemak," katanya 

Lalu strategi pemberian MPASI yaitu pastikan kebersihan tangan dan alat makan, simpan makanan yang akan diberikan kepada bayi ditempat yang bersih dan pisahkan talenan untuk memotong bahan makanan mentah dengan baham makanan matang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved