Berita Pagaralam

Belum Masuk Perangkap, Beruang Dipergoki Warga Pagar Alam Rusak Tanaman Jagung

Beruang Hitam yang masuk mendekati pemukiman  semakin meresahkan warga Dempo Utara tepatnya warga Bumi Agung dan sekitarnya.

Dokumentasi Warga
DIRUSAK BERUANG : Tangkapan layar Video Viral Tampak beruang hitam besar yang sedang memakan tanaman jagung milik warga Bumi Agung Kota Pagar Alam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Kehadiran Beruang Hitam yang masuk mendekati pemukiman  semakin meresahkan warga Dempo Utara tepatnya warga Bumi Agung dan sekitarnya.

Sebelumnya,  BKSDA bersama BPBD Kota Pagar Alam memasang perangkap untuk menangkap beruang yang masuk ke pemukiman.

Namun sampai saat ini beruang yang kerap muncul dekat pemukiman penduduk tersebut belum juga tertangkap.

Terbaru, seorang warga di akun facebook Rita Indahu memposting video beruang hitam yang sedang memakan tanaman jagung dikebun warga.

Divideo berdurasi sekitar 15 detik tersebut terlihat Beruang sedang asyik memakan tanaman jagung milik warga.

Beruang tersebut tampak tak terusik meskipun aktivitasnya direkam oleh warga.

Dalam postingan akun FB Rita Indahu tersebut menuliskan "Petang2 beghuang kumbang la masuk dusun...la makan jagung".

Postingan tersebut mendapat banyak komentar nitizen bahkan ada warga yang mengaku jika beruang tersebut sudah masuk pondok warga dan mengobrak abrik isi pondok dan hanya menyisakan sabun saja.

Dwi (32) salah satu warga Bumi Agung mengatakan, warga sudah sangat resah dengan keberadaan Beruang tersebut.

Pasalnya binatang buas itu sudah mulai mendakati permukiman dan sudah masuk ke pondok warga.

" Bahaya ini kak jika tidak segera ditangkap. Karena takutnya nanti menyerang petani yang sedang berada dikebun atau diladang," ujarnya.

Beberapa tahun lalu memang pernah ada kejadian warga Dempo Utara yang diserang oleh Beruang saat sedang berada dikebun kopi.

"Kami khawatir kejadian ini terulang lagi. Jadi kami harap pihak terkait dapat segera menangkap beruang tersebut agar tidak membahayakan warga," katanya.

Baca juga: Wawako Pagar Alam M Fadli Bersama Tim Oldstar Pagar Alam Jajal Lapangan Bukit Asam Saringan

Rendi (33) warga Pagar Alam lainnya mengatakan, harusnya pihak terkait dapat mengambil langka lain jika upaya menangkap dengan perangkap tidak berhasil.

Misalnya dengan ditembah menggunakan peluru bius.

"Ditembah pakai peluru bius saja, kalau tidak bisa ditangkap dengan perangkap. Karena keberadaan beruang itu sudah mulai meresahkan warga sekitar lokasi kemunculannya," ungkapnya.

 

Tampak petugas dari BKSDA dan BPBD Kota Pagar Alam sedang memasang perangkap Beruang di Desa Muara Siban Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam.
Tampak petugas dari BKSDA dan BPBD Kota Pagar Alam sedang memasang perangkap Beruang di Desa Muara Siban Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam. (SRIPOKU/WAWAN)

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Pagar Alam Jon Asman membenarkan jika pihaknya membantu pihak BKSDA memasang perangkap besi untuk menangkap Beruang yang meresahkan warga di Kecamatan Dempo Utara.

"Benar kemarin kami membantu pihak BKSDA memasang perangkap untuk menangkap beruang yang meresahkan warga Muara Siban. Semoga hewan itu bisa ditangkap agar warga sekitar tidak khawatir lagi," jelasnya. (SP/WAWAN)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved