Banjir Palembang

Penyebab Banjir Palembang, Wali Kota Harnojoyo Sebut Ada 17 Titik Genangan Air

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan banjir di kota Palembang disebabkan suplai air ke mulut pompa Bendung berkurang akibat banyaknya sedimentasi

Penulis: Widya Tri Santi | Editor: M. Syah Beni

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan banjir di kota Palembang disebabkan suplai air ke mulut pompa Bendung berkurang akibat banyaknya sedimentasi (pengendapan material) dan ada bangunan yang menghalangi saluran air.

Pantauan di lapangan terlihat Walikota Palembang, Dandim0418/Palembang, Kapolrestabes Palembang dan dinas terkait meninjau secara langsung di jalan R Soekamto, Sekip Bendung hingga sampai ke Pompanisasi Sungai Bendung yang berada di Kelurahan 10 Ilir Palembang dengan keadaan cuaca gerimis, Kamis (6/10/2022).

Jalan R Soekamto di pukul 16.00 sudah mulai surut, akan tetapi untuk wilayah Sekip Bendung masih tergenang air setinggi betis orang dewasa.

"Seperti yang kita saksikan bersama, daerah aliran sungai, sungai bendung yang tentu kurang lebih 2.400 hektare ini kembali terjadi genangan air (banjir)," kata Harnojoyo kepada tribunsumsel.com sore hari.

Harnojoyo mengatakan terdapat kurang lebih 17 titik genangan air yang diakibatkan karena kurangnya  percepatan air ke mulut pompa.

"Mulut pompanisasi sungai bendung ini kita saksikan berfungsi secara normal, tetapi debit air untuk menyuplai ke pompa bendung ini memang masih kurang," kata Walikota Palembang dua periode.

Akibat dari suplai air yang kurang ke mulut pompa bendung akibat terjadinya penyumbatan, dan perlambatan yang terjadi karena sedimentasi dari kolam retensi Seduduk Putih hingga ke Muara Sungai Bendung.

Harnojoyo menyampaikan, bahwa Pemerintah kota Palembang  juga akan melakukan evaluasi terkait dengan aliran sungai bendung itu sendiri. 

"Kami juga bersyukur dari pagi tadi pak Dandim dan Pak Kopolres telah menyiapkan ada empat pompa mobile untuk percepatan sehingga air ini bisa cepat sampai ke muara sungai bendung," ucapnya.

Ia beri himbauan kepada masyarakat terkait sering terjadinya genangan air ini, mari bergotong royong setiap minggu terus tetap di lakukan.

"Agar air yang mengalir tidak tersumbat ini kalau di muara pompa 36.000 liter/detik. Jika sesuai dengan hitungan kalau terjadi hujan di area 24.000 hektar itu selesai, tapi kita saksikan yang maksimal hanya tiga pompa," ujarnya.

Harnojoyo menyampaikan juga bahwa BMKG tadi menyampaikan sepanjang 20 tahun terkahir di bulan Oktober ini curah hujan yang tinggi karena hujan dari isya sampai pagi tadi.

Sementara itu, Lurah 22 Ilir D II Kecamatan Kemuning Mery Husyanti mengatakan bahwa ada 250 KK dan warga yang terdampak dari banjir ini kurang lebih 500 orang.

"Upaya kita bersama-sama dari pihak Polresta, Dandim akan memberi sembako, pakaian dan juga akan dibuat posko siaga. Untuk posko kesehatan sudah dari kemarin dimulai keliling ke rumah warga," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved