Berita Musi Rawas

Kamera ETLE di Musi Rawas Rekam 1000 Pelanggaran Lalu Lintas Tiap Hari

Kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau kamera tilang elektronik di Musi Rawas merekam merekam ribuan pelanggaran lalu lintas tiap hari

SRIPOKU/EKO
Kamera ETLE atau Tilang Elektronik yang dipasang di depan Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura, Provinsi Sumsel. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS-- Kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau kamera tilang elektronik di Musi Rawas merekam merekam ribuan pelanggaran lalu lintas setiap hari.

Titik Kamera ETLE di Musi Rawas baru ada satu yakni berada di depan Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumsel.

Kapolres Mura, AKBP Achmad Gusti Hartono melalui Kasat Lantas AKP Budi Harto menyampaikan kamera ETLE di  Kabupaten Mura harusnya terpasang di dua titik, yakni Jalan Jendral Sudirman tepatnya di depan Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo dan di Bundaran Muara Beliti di Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti.

"Harusnya dua, tapi sekarang baru satu yang sudah terpasang yakni di depan Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo," katanya.

Dikatakan Kasat, kendati saat ini belum beroperasi sebagai mestinya, namun keberadaan kamera tersebut sudah dapat melakukan pemantauan terhadap para pengendara yang melanggar aturan lalulintas.

"Belum ada petunjuknya kapan akan dioperasikan, termasuk juga penindakan , masih menunggu petunjuk dari pimpinan. Namun, sudah bisa melakukan pemantauan," jelas Kasat.

Bahkan lanjut Kasat, dalam 1 hari, sedikitnya ada 1.000 pelanggar lalulintas yang terekam kamera ETLE tersebut.

Hanya saja, untuk penindakan belum dilakukan, karena masih menunggu petunjuk teknisnya.

"Sudah bisa melakukan monitor terhadap pelanggar. Bahkan, 1 hari itu kurang lebih 1.000 pelanggar yang terekam. Tapi penindakan belum ada," jelasnya.

Kendati demikian masih kata Kasat, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tetap patuh pada aturan lalulintas. Sehingga nantinya akan paham dengan cara kerja kamera ETLE tersebut.

"Kami terus sosialisasi ke masyarakat. Saat ini, kami belum dapat memastikan kapan ETLE di Kabupaten Mura ini akan diterapkan," ungkap Kasat.

Ditambahkan Kasat, tingginya pelanggar yang terekam kamera ETLE di Kecamatan Tugumulyo tersebut, dikarenakan keberadaannya yang tepat di depan Pasar B Srikaton yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Mura.

"Jadi, mungkin kebanyakan itu meraka yang terekam adalah warga yang mau ke pasar, biasanya tidak pakai helm dan motor bodong. Itu yang mungkin buat tinggi pelanggar," ucap Kasat.

Lebih lanjut Kasat menjelaskan, bahwa cara kerja ETLE sendiri, nantinya para pelanggar yang terekam, maka sesuai prosedur dengan mengirimkan surat tilang elektronik ke pengendara tersebut melalui Kantor Pos.

Sementara itu, pantauan di depan Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, bahwa hampir sebagian besar masyarakat tidak memperdulikan keberadaan kamera ETLE di jalan tersebut.

Khususnya para warga yang hendak ke pasar. Mereka tampak acuh meskipun akan ada jepretan dari kamera ETLE tersebut. Hal itu, entah karena ketidaktahuan dari masyarakat, memang memang tidak peduli.

"Tahu ada yang katanya kamera ETLE di sana (depan Pasar B Srikaton), tapi nyatanya selama ini tidak apa-apa, jadi biasa saja," kata Heri salah seorang pengguna jalan yang tidak mengenakan helm.

Baca juga: Buronan Pencuri Motor Dibelakang Salon Orgen Tunggal Dibekuk, Sembunyi di Hutan Musi Rawas

Heri juga mengatakan, dengan tidak adanya penindakan, dia beranggapan bahwa kamera tersebut hanya untuk menakut-nakuti warga atau pengguna jalan saja.

"Itu untuk nakut-nakutin aja. Nyatanya selama ini aman-aman saja," tutupnya (SP/EKO)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved