Berita OKU Selatan

Asep Sudarno Mantan Kadin Pertanian OKU Selatan Ditahan Kejari, Ini Kasusnya

Asep Sudarno Mantan Kadin Pertanian OKU Selatan Ditahan Kejari. Berikut Kasusnya

SRIPOKU/ALAN
Ditahan : Mantan Kadis Pertanian Ir Asep Sudarno dibawa ke lapas kelas II B Muaradua. Kamis (6/20/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Kasus dugan Korupsi Dana Hibah Vertival dryer (pengering jagung, padi, kopi) Kementrian Pertanian ke Dinas Pertanian OKU Selatan tahun 2018 berlanjut.

 Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Selatan menahan Mantan Kepala Dinas (Kadin) Pertanian OKU Selatan Asep Sudarno di Lapas Kelas II B Muaradua.

Sebelumnya, Kejari OKU Selatan juga menahan seorang tersangka Kabid Dinas Pertanian OKU Selatan berinisal F dalam kasus yang sama.

Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan Adi Purnama SH, MH melalui Kasi Intel Aci Jaya Putra SH, mengatakan jika penahanan Asep, merupakan tindak lanjut kasus tipikor sebelumnya. 

"Hari ini resmi kita lakukan penahanan tersangka Asep,  penahanan dilakukan selama 20 hari kedepan. Penahanan di lakukan di Lapas Muaradua," ungkap Aci Jaya, Kamis (6/10).

Setelahnya, dalam penahanan ini Kejaksaan OKU Selatan akan secepatnya melimpahkan kasus tersebut ke persidangan tipikor Palembang.

Penahanan Asep terkait dugaan penyelewengan dana hibah dari bantuan kementrian pertanian pusat yang mengakibatkan kerugian negara 1,7 miliar mesin penggiling padi vertical dryer.

Sebelumnya Kejari OKU Selatan melakukan penahanan tersangka pertama Firmansyah yang merupakan  salah satu Kepala Bidang (Kabid) Pertanian OKU Selatan.

Maka, terkait kasus ini juga sambung Aci, kedua tersangka dijerat pasal 1 dan 2, UU Tindak Pidana Korupsi dengan acaman hukuman maksimal hukuman mati, atau kurungan maksimal 20 tahun penjara.

Baca juga: HUT TNI ke-77, Wakapolres OKU Selatan dan Jajaran Sambangi Kantor Koramil Muaradua

Sementara itu, Erwin Haris SH kuasa hukum dari tersangka Asep mengungkapkan jika penahanan yang dilakukan pihak kejaksaan merupakan salah satu wewenang dari pihak Kejaksaan OKU Selatan.

Namun Kuasa Erwin mengatakan tak menutup kemungkinan akan melakukan upaya penangguhan untuk kliennya.

"Yah, sementara ini ya tentu kita wewenang dari pihak kejaksaan, dari hasil pemeriksaan kesehatan klien saya memiliki riwayat penyakit jantung,"pungkasnya (SP/ALAN)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved