Berita Palembang

Polda Sumsel Ungkap Penimbunan BBM Ilegal di Gelumbang Muara Enim, Amankan 7 Ton Solar

Jajaran Ditreskrimsus Polda Sumsel mengungkap kasus penimbunan BBM jenis solar dan mengamankan dua orang pelaku penimbun BBM subsidi.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Jajaran Ditreskrimsus Polda Sumsel mengungkap kasus penimbunan BBM subsidi jenis solar dan mengamankan dua orang pelaku penimbun BBM subsidi, rilis kasus dilakukan Kamis (5/10/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jajaran Ditreskrimsus Polda Sumsel mengungkap kasus penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan mengamankan dua orang pelaku penimbun BBM subsidi.

Sebanyak 7.000 liter atau 7 ton BBM subsidi jenis solar yang disimpan di sebuah gudang penyimpanan ilegal yang berlokasi di Jalan Lintas Palembang - Prabumulih, Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto membenarkan mereka telah mengamankan dua orang tersangka inisial KP (60) dan RR (29) warga Dusun I, Desa Putak, Kecamatan Gelumbang. Dan satu tersangka lainnya yakni AWN di jalan lintas Prabumulih-Muara Enim KM 126.

"Pada 2 Oktober 2022 anggota Unit 2 Subdit IV Tipitder Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama BPH Migas Jakarta melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana penyalahgunaan BBM. Dua pelaku sudah kami amankan bersama barang buktinya, " ujar Toni, Rabu (5/10/2022).

Ia mengapresiasi ungkap kasus yang dilakukan anggota unit 2 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama dengan Tim BPH Migas Jakarta.

"Kita sangat apresiasi dengan ungkap kasus yang dilakukan anggota kita bersama Tim BPH Migas Jakarta, semoga kedepannya akan terus melakukan kolaborasi dalam berbagai hal. Khususnya pengungkapan kasus seperti ini," katanya.

Baca juga: Alex Noerdin Mantan Gubernur Sumsel Resmi Ajukan Memori Kasasi, Berharap Bebas dari Hukuman

Direskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol M Barly Ramadhani mengatakan modus operasi yang dilakukan kedua tersangka yakni dengan mengisi BBM secara berulang kali di SPBU.

"Kedua tersangka mengisi solar di SPBU Jalan lintas Palembang - Prabumulih beberapa kali. Mondar-mandir di lokasi tersebut dari SPBU kemudian ke gudang, untuk nanti selanjutnya solar itu diperjualbelikan, " jelas Barly.

Mobil Dump truk yang digunakan tersangka untuk mengisi BBM Solar itu memakai plat nomor kendaraan palsu. Setelah mengisi di SPBU, mobil dump truk kembali ke gudang penyimpanan yang tidak jauh dari SPBU untuk kemudian dikuras ke dalam drum.

"BBM solar yang terisi di dalam tangki dump truk ditampung di dalam jerigen, drum, dan baby tank, " ujarnya.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, diantaranya dua unit truk yang digunakan kedua tersangka untuk mengangkut BBM solar, 23 buah drum, 5 buah tedmon dengan kapasitas 1000 liter lebih, empat buah mesin pompa, tiga buah selang, corong, jerigen.

Selain itu satu tersangka penyalahgunaan BBM solar lainnya juga diamankan yakni AWN di Jalan Lintas Prabumulih-Muara Enim Desa Dalam, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim.

Dari tangan AWN polisi mengamankan 105 liter BBM solar yang disimpan di dalam tiga buah jeriken. Tersangka diamankan usai mengisi solar di SPBU menggunakan mobil Isuzu Panther.

Ketiga tersangka dijerat pasal 55 UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi.

Di tempat yang sama, Kepala BPH Migas Pusat, Erika Retnowati menjelaskan, sesuai amanat dalam undang-undang, BPH Migas bertugas mengawasi dan pengaturan pendistribusian BBM.

"Oleh karena itu kita bersama Anggota unit 2 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, melakukan kolaborasi, sehingga berhasil mengungkap kasus ini dengan mengamankan pelaku bersama barang bukti," katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved