Tragedi Arema Vs Persebaya

Media Asing Soroti Tragedi Arema Vs Persebaya Telan Korban Ratusan Orang, Korea Hingga Amerika

Media Asing Soroti Tragedi Arema Vs Persebaya Telan Korban Ratusan Orang, Korea Hingga Amerika

Tangkap Layar Al Jazeera
Media Asing Soroti Tragedi Arema Vs Persebaya Telan Korban Ratusan Orang, Korea Hingga Amerika 

TRIBUNSUMSEL.COM - Media Asing ikut menyoroti Tragedi Arema vs Persebaya pada Sabtu, (1/10/2022) yang memakan ratusan korban jiwa.

Sudah ada 174 jadi korban tewas pada Tragedi Arema vs Persebaya di stadion Kanjuruhan menurut laporan dari Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak.

Tragedi Arema vs Persebaya berawal dari kekalahan tuan rumah atas Persebaya 2-3 membuat suporter tak terima.

Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Sebanyak 127 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka dalam kerusuhan tersebut menyusul kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.
Sejumlah suporter Arema FC, Aremania menggotong korban kerusuhan sepak bola usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Sebanyak 127 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka dalam kerusuhan tersebut menyusul kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. (SURYA/PURWANTO)

Berjatuhnya korban jiwa terjadi karena polisi menembaki gas air mata ke arah tribun stadion yang membuat situasi menjadi semakin panik.

Para supporter berlarian menyelamatkan menuju pintu keluar stadion yang menyebabkan aksi desak-desakan.

Baca juga: Update Jumlah Korban Kerusuhan Arema Vs Persebaya: Korban Tewas 182, Tertinggi Kedua di Dunia

Melihat jumlah korban yang banyak dan situasi yang kacau, media Dunia menyorot peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan.

“Lapangan sepak bola yang menjadi neraka, setidaknya 127 meninggal dalam kerusuhan di Indonesia,” tulis media asal Korea Selatan, Chosun.

"Bentrok antara pendukung dua tim sepak bola Indonesia di provinsi Jawa Timur menewaskan 125 penggemar dan dua petugas polisi, sebagian besar diinjak-injak sampai mati, kata polisi," tulis media asal Spanyol, ESPN.

Juga dengan media asal Inggris, Sky yang turut menyorot kejadian di Kanjuruhan.

“Dalam kejadian yang tampaknya menjadi salah satu bencana stadion terburuk, lebih dari 300 orang dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi banyak yang meninggal saat perjalanan atau saat menerima perawatan,” tulis Sky di salah satu artikel mereka.

127 Meninggal Dunia, 180 Luka-luka, Ini Rincian Korban Jiwa Kerusuhan Arema FC vs Persebaya
127 Meninggal Dunia, 180 Luka-luka, Ini Rincian Korban Jiwa Kerusuhan Arema FC vs Persebaya (Tribun Sumsel)

Terakhir, media asal Amerika Serikat, The New York Time memilih untuk menyorot penggunaan gas air mata yang dilakukan oleh aparat Indonesia.

“Lebih dari 100 orang meninggal setelah laga sepak bola di Indonesia saat polisi berusaha memadamkan kerusuhan dengan gas air mata. Banyak yang terinjak-injak saat mencoba melarikan diri,” tulis The New York Times.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved