Kerusuhan Arema Vs Persebaya

Apa Itu Gas Air Mata, Efek dan Aturan Larangan FIFA, Tragedi Kerusuhan Arema Vs Persebaya

Berikut ini penjelasan apa itu gas air mata, efek dan larangan FIFA dalam tragedi kerusuhan Arema vs Persebaya

Penulis: Abu Hurairah | Editor: Abu Hurairah
Ilustrasi Gas Air Mata/Alodokter
Gas Air Mata, Efek dan Aturan Larangan FIFA, Tragedi Kerusuhan Arema Vs Persebaya 

TRIBUNSUMSEL.COM - Berikut ini penjelasan apa itu gas air mata, efek dan larangan FIFA dalam tragedi kerusuhan Arema vs Persebaya

Tragedi terjadi kerusuhan pertandingan sepak bola laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruan Sabtu (1/10/2022) menyebabkan banyak korban jiwa.

Sebanyak 129 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terluka.

Peristiwa itu dipicu oleh tembakan gas air yang dilakukan aparat kepolisian untuk menghalau ribuan suporter merangsek ke dalam lapangan setelah laga usai.

Akibat dari penembakan gas air mata ini mengakitbatkan suporter yang datang ke stadion, keluar dengan cara tidak teratus dan terjadi penumpukan sesak nafas.

Baca juga: Update Jumlah Korban Kerusuhan Arema Vs Persebaya: Korban Tewas 182, Tertinggi Kedua di Dunia

Tahukah kamu apa itu gas air mata, efek, kandungan dan larangan FIFA?

Melansir berbagai sumber, Gas air mata adalah senjata kimia yang berupa gas dan digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan. 

Gas air mata atau disebut dengan CS memiliki bahan kimia 2-Clorobenzalden Malononitril merupakan salah satu senjata yang sering digunakan oleh kepolisian dalam melawan kerusuhan, melawan musuh, menghadapi hewan berbahaya, atau pun melawan penjahat dalam keadaan berbahaya.

Gas air mata memiliki panjang hanya sekitar 10 cm atau sebesar ukuran telapak tangan orang dewasa.

Biasanya, gas air mata berbentuk seperti granat peluru dan ditembakkan melalui pistol pelontar.

Setelah ditembakkan dan jatuh, gas air mata akan mengeluarkan asap tebal berwarna putih dan jika manusia terkena asap ini secara langsung maka organ tubuh seperti mata, hidung, dan mulut akan langsung bereaksi.

Sementara itu, melansir Britannica, gas air mata atau juga disebut lacrimator adalah salah satu dari kelompok zat yang mengiritasi selaput lendir mata, menyebabkan sensasi menyengat dan masalah lainnya.

Baca juga: Najwa Shihab Bereaksi Kerusuhan Arema Vs Persebaya Tewaskan Ratusan: Evaluasi Lalu Sedia Kala Lagi

Baca juga: Kapan BSU Tahap 4 Cair? Ini Jadwal Pencairan Beserta Cara Cek Status Penerima

Kandungan gas air mata

Dalam satu kaleng gas air mata, terdapat beberapa kandungan, antara lain arang, potasium nitrat, silikon, sukrosa, potasium klorat, magnesium karbonat, dan O-Chlorobenzalmalononitrile.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved