Berita OKI

Update Sengketa Tanah Sekolah SMK Negeri 3 Kayuagung OKI, Kajari OKI Turun Tangan

Sengketa tanah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kayuagung OKI yang telah berlangsung hampir 2 bulan lamanya dan Tak kunjung usai.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir, Dicky Darmawan saat dikonfirmasi awak media di kantor Kejari OKI, Kamis (29/9/2022) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Sengketa tanah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kayuagung Ogan Komering Ilir (OKI) yang telah berlangsung hampir 2 bulan lamanya.

Sengketa tanah SMK Negeri 3 Kayuagung bahkan meruncing karena adanya pemblokiran akses jalan utama ke sekolah oleh keluarga H. Jalil 

Ahli waris H. Jalil mengklaim kepemilikan lahan seluas 7 hektar termasuk bangunan sekolah SMK Negeri 3 Kayuagung dan sebuah perumahan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ogan Komering Ilir (OKI), Dicky Darmawan menyebutkan dalam permasalahan tersebut merupakan ranah bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari. 

"Kami akan berkoordinasi supaya dari bidang datun dapat lebih insentif dan lebih keras lagi dalam penyelesaian perkara sengketa tanah yang menyangkut SMK Negeri 3 Kayuagung," ucapnya saat ditemui di kantor Kejari OKI, Kamis (29/9/2022) siang.

Untuk itu pihak Kejari OKI juga mempersilakan bagi pihak-pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan permasalahan yang sekiranya berhubungan dengan hukum. 

"Masalah hukumnya silakan diselesaikan terlebih dahulu melalui jalur yang semestinya," ujarnya.

Sementara untuk kepentingan anak-anak yang bersekolah seharusnya dapat berjalan seperti biasa. Jangan ada lagi penyegelan yang menyulitkan aktivitas siswa dan guru.

"Aktifitas sekolah akan kami bicarakan dengan pihak ahli waris agar jalan menuju sekolahnya dapat dibuka dan siswa disana merasa tenang kembali saat berangkat maupun pulang sekolah," pungkasnya.

 
 
Gerbang SMK Negeri 3 Kayuagung Dibuka Sebagian

.

Beberapa hari setelah viralnya video yang menunjukkan para siswa dan guru di SMK Negeri 3 Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir yang terpaksa melompat pagar demi dapat menjalankan aktivitas belajar mengajar.

Tepat pada Senin (26/9/2022) pagi.Pihak ahli waris memberikan jalan membuka sebagian gerbang sekolah agar para siswa dan guru dapat memasuki akses ke sekolah.

Berdasarkan pantauan Tribunsumsel.com gerbang sekolah tidak dibuka sepenuhnya dan hanya membuka sedikit akses jalan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved