Berita Lubuklinggau

Pelaku Pencurian Rumah Anggota DPRD di Lubuklinggau Kebagian Hp dan Tab, Ditipu Sesama Pencuri

Subendrio, pelaku pencurian rumah anggota DPRD di Lubuklinggau cuma kebagian Hp dan Tab juga uang Rp 500 ribu, dia mengaku ditipu rekan pencuri.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Rilis kasus pencurian rumah anggota DPRD di Lubuklinggau di Polres Lubuklinggau, Kamis (29/9/2022). Subendrio, pelaku pencurian cuma kebagian Hp dan Tab juga uang Rp 500 ribu, dia mengaku ditipu rekan pencuri. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Subendrio Pelaku pencurian rumah anggota DPRD di Lubuklinggau cuma kebagian Hp dan Tab juga uang Rp 500 ribu dari aksinya mencuri, dia mengaku ditipu rekannya sesama pencuri.

Subendrio alias SU (36) warga Jalan Aneka RT 04, Kelurahan Taba Koji, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau satu dari dua pelaku pencurian rumah anggota DPRD ditangkap dan ditembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap.

Pelaku pencurian rumah anggota DPRD di Lubuklinggau ini juga resedivis kasus narkoba kaki kirinya ditembak dua kali, karena melakukan perlawanan dan mencoba kabur saat penangkapan di rumah pacarnya, Rabu (28/9/2022) kemarin.

Bersama rekannya berinisial IS yang sekarang sudah ditetapkan sebagai buronan daftar pencarian orang (DPO), kedua pelaku membobol rumah Imawan Andriansyah di Jalan Nangka Lintas RT. 04 Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara pada 18 September 2022 pukul 16.00 Wib.

Dalam kejadian itu kedua pelaku berhasil membawa kabur gelang emas 50 gram, HP merk Oppo F9, HP Samsung Tab A, HP Samsung S 8, HP Samsung S10, Jam Iphone Watch 6, Play Station PS 4, Laptop merk Sharp dan perangkat reciever CCTV.

Di hadapan polisi, Subendrio mengaku diajak oleh temannya berinisial IS yang saat ini sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga: Warga Leban Jaya Musi Rawas Protes Jaringan Gas Rumah Tangga, Ini Penjelasan PT Pertagas

Ceritanya, saat keluar penjara akhir tahun 2021 lalu karena kasus penyalahgunaan narkoba, Subendrio tidak punya pekerjaan tetap dan kerap diajak temannya bekerja serabutan.

"Selama ini kerja ikut alat berat (alber), saya diajak teman saya itu untuk bongkar rumah. Saya cuma dapat handphone, Tab dan uang Rp. 500 ribu," pengakuan Sub saat pers dirilis di Polres Lubuklinggau, Kamis (29/9/2022).

Dia mengaku uang yang diperolehnya itu sudah habis untuk biaya makan selama tiga hari, kemudian handphone dan Tab belum sempat ia jual karena rencananya untuk dipakai sehari-hari.

"Cuma uang yang sudah habis, sementara Handphone dan Tab untuk pakai sendiri, memang tidak dijual," ujarnya.

Subendrio juga mengaku modus mereka memang mengincar rumah yang ditinggal pemiliknya.

Awalnya mereka survei terlebih dahulu, kemudian mereka datangi dengan modus seperti ingin bertamu.

"Kami datangi kami pencet bel dulu, kalau rumah itu kosong langsung kami curi, bila ada orangnya kami pura-pura tanya alamat kemudian pergi," ungkapnya.

Saat itu kebetulan yang mereka datangi adalah rumah anggota DPRD Kabupaten Mura, setelah memencet bel berulang-ulang, pemilik rumah ternyata ternyata tidak ada di rumah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved