Berita Golkar

Berakhir 16 Oktober, Golkar Cari Figur Ideal Penjabat Gubernur DKI Jakarta Pengganti Anies Baswedan

Golkar saat ini mulai sibuk mencari sosok figur pengganti Anies Baswedan yang akan berakhir pada 16 Oktober mendatang.

Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi Golkar
Golkar mencari sosok/ figur ideal sebagai pengganti Gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan yang akan berakhir pada 16 Oktober mendatang. 

TRIBUNSUMSEL.COM,JAKARTA- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar berharap penjabat gubernur Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta pengganti Anies Baswedan merupakan sosok ideal yang memenuhi kriteria tertentu.

Pasalnya, penjabat gubernur tersebut akan mengelola anggaran DKI hingga 2024 mendatang.

Sebagaimana diketahui, masa tugas Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan berakhir 16 oktober 2022.

Hal itu disampaikan Zaki sewaktu menjadi pembicara utama dalam focus group discussion (FGD) seri ketiga di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/9/2022).

Ahmed Zaki Iskandar juga menjabat sebagai Bupati Tangerang, Provinsi Banten.

Acara ini dihadiri pakar otonomi daerah Prof Djoehermansyah Johan, Mantan Dirjen Otda Kemendagri Dr Soni Sumarsono, Ketua Dewan Penasihat Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia Prof Ryaas Rasyid, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani, dan sejumlah perwakilan partai.

“Penjabat gubernur nanti akan membahas, merancang, mengatur anggaran APBD 2023, 2024, dan 2025 serta APBD Perubahan 2023 dan APBD Perubahan tahun 2024. Jadi tiga tahun APBD murni dan dua tahun APBD Perubahan. Hampir sama seperti gubernur definitif. Kami berharap nantinya penjabat (pj) gubernur ini benar-benar mungkin sosok yang ideal untuk memimpin DKI Jakarta nanti,” kata Zaki pada FGD yang diselenggarakan bekerja sama dengan WartaKotaLive.com Network.

Meski begitu, Zaki sebuatan Ahmed Zaki yang sudah dua periode menjabat Bupati Tangerang— memahami penetapan pj gubernur merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi setelah mendapat masukan dari Kemendagri.

Sebelumnya, lewat surat tertanggal 31 Agustus 2022 bernomor 120/5141/SJ, Mendagri Tito Karnavian mempersilakan DPRD DKI Jakarta untuk mengajukan tiga nama calon pj gubernur DKI Jakarta.

DPRD menyambutnya dengan menggelar rapat pimpinan gabungan (rapimgab) yang menghasilkan tiga nama usulan yakni Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, Direktur Jenderal Politik Umum Kementerian Dalam Negeri Bahtiar, dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Ketiga nama tersebut akan diseleksi bersama tiga nama yang diusung Kemendagri. Satu dari enam nama itu bakal ditetapkan sebagai pj gubernur DKI Jakarta pada 17 Oktober mendatang. Masa jabatan Anies sebagai gubernur DKI Jakarta rampung sehari sebelumnya.

Golkar cari figur pengganti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Golkar mencari sosok/ figur ideal sebagai pengganti Gubernur DKI Jakarta , Anies Baswedan yang akan berakhir pada 16 Oktober mendatang.

“Kalau ditanya bang Zaki ngapain Golkar repot-repot bikin FGD membahas pj Gubernur DKI Jakarta yang sudah tentu itu hak prerogatif Kemendagri. Tapi kami memandangnya itu suatu privilege (keistimewaan). Ini sesuatu yang baru dari Mendagri dan bukti (Kemendagri) mendengarkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.

“Kami di sini tidak akan memilih siapa calonnya tapi ingin mendengar kategori dan kriteria seperti apa yang bisa dan layak menduduki jabatan sebagai pj gubernur Jakarta ini,” sambung Zaki.

Kriteria Figur Ideal Penjabat Gubernur Jakarta

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved