Perdagangan Orang di Palembang

Pengakuan ABG Korban Perdagangan Orang di Palembang, Baru Sehari Kenal Pelaku Lewat Facebook

Pengakuan ABG atau anak baru gede CA (15) korban perdagangan orang di Palembang mengaku baru sehari kenal pelaku lewat facebook.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
DOK POLRESTABES PALEMBANG
Perdagangan orang di Palembang, Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang mengamankan dua sejoli atas dugaan telah melakukan pidana perdagangan anak, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengakuan ABG atau anak baru gede CA (15) korban perdagangan orang di Palembang mengaku baru sehari kenal pelaku lewat facebook.

Korban CA anak di bawah umur ini mengaku kenal pelaku MY dan AM satu hari sebelum dijualkan kepada pria hidung belang.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang Ipda Cici Maretri Sianipar mengatakan, jika korban baru kenal satu hari dengan kedua pelaku melalui Facebook.

"Jadi korban ini baru kenal mereka satu hari, dan pelaku sudah menjualkan korban sebanyak 2 kali, dengan tarif sekali main Rp 200 hingga Rp 300 ribu," ungkap Cici, Rabu (28/9/2022).

Setiap ingin menyerahkan korban kepada pria hidung belang, kedua pelaku mengubah tempatnya.

Pertama di OYO SG Kost yang terletak di jalan Bangau kemudian kedua di salah satu hotel yang berada di kawasan Demang Lebar Daun.

Baca juga: Karyawan Indomaret Palembang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Tempat Kerja, Ini Kata Polisi

"Jadi setiap hendak transaksi itu, pelaku ini pintar. Mereka mengubah hotelnya biar tidak tercium," katanya.

Ia menyebut masih ada korban lain namun tidak melapor.

Dari hasil pemeriksaan penyidik unit PPA (perlindungan perempuan dan Anak) YS dan AM, dua sejoli ini mengaku sudah lebih tahun melakoni bisnis ini.

Dijelaskannya terhitung ada lima korban yang sudah dijajakan oleh kedua pelaku, semua korban pun masih berstatus pelajar mulai dari kelas 1 SMA hingga kelas 3 SMA.

"Dari hasil keterangan kedua pelaku dan pengembangan kami terhitung ada 7 korban di bawah umur, dan identitasnya sudah kami kantongi," katanya.

Setiap korban dijajakan pelaku dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu.

"Setiap sekali main layaknya suami istri korban dijual Rp 300 ribu. Uang tersebut dibagi dua, Rp 150 ribu untuk korban dan Rp 150 ribu lagi untuk kedua pelaku," ujarnya.

Polisi Tangkap Dua Sejoli Pelaku Perdagangan Orang

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved