Harga Sawit Palembang

Harga Sawit Palembang: Panen Raya Harga Sawit di Banyuasin Jatuh, Ini Solusi Ketua KTNA Banyuasin

Harga sawit Palembang,  panen raya harga sawit di Banyuasin jatuh menjadi perhatian dari Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Banyuasin.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH/KOLASE
Harga sawit Palembang,  panen raya harga sawit di Banyuasin jatuh menjadi perhatian dari Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Banyuasin, Sukardi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Harga sawit Palembang,  panen raya harga sawit di Banyuasin jatuh menjadi perhatian dari Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Banyuasin.

Peringatan Hari Tani Nasional beberapa hari lalu, harusnya menjadi momen mendapatkan perhatian dari pemerintah. Terlebih kesejahteraan petani untuk semua sektor termasuk petani sawit.

Begitu pula dengan harga, yang juga harusnya dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. Terlebih dengan ditiadakannya lagi pupuk subsidi sejumlah sektor pertanian.

"Untuk pupuk memang harus diakui, dari 90 lebih sektor yang sebelumnya ada pupuk subsidi sekarang hanya sekitar tujuh sampai sembilan sektor saja. Inilah yang harus membuat petani untuk berinovasi agar tak bergantung dengan pupuk kimia," ujar Ketua KTNA Banyuasin Sukardi, Rabu (28/9/2022).

Petani harus dituntut untuk mandiri, agar bisa menghasilkan panen yang baik dan juga melimpah. Dari itulah, harus berinovasi terutama mengenai pupuk yang banyak sektor tidak dapat lagi pupuk subsidi.

Baca juga: Harga Karet Dunia Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Capai 133,50 Sen AS/Kg, Naik dari Hari Sebelumnya

Akan tetapi, dengan adanya hal ini juga harus diperhatikan terkait harga yang layak bagi petani. Karena, dengan ditiadakannya lagi pupuk subsidi, harga saat petani menjual hasil panennya juga dapat harga yang wajar.

"KTNA ini, bisa dibilang menyeluruh baik itu sawit, karet maupun pangan. Sekarang, yang masih dapat itu pangan seperti padi. Bagi petani yang tidak bisa menggunakan pupuk subsidi lagi, harus berinovasi juga untuk memanfaatkan pupuk organik," katanya.

"Sawit atau karet atau sayuran, itu tidak ada pupuk subsidi. Tapi, dengan tidak adanya pupuk subsidi, harus juga diperhatikan untuk harga yang dibeli dari petani," ungkapnya.

Menurut Sukardi, bila hasil panen yang dihasilkan dibeli dengan harga sesuai ketentuan, maka akan ada rasa semangat bagi petani untuk meningkatkan hasil panennya.

Begitu pula dengan kualitas atau mutu dari komoditi tersebut.

Namun, kenyataannya kerap kali tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. Harga kerap kali turun ketika musim panen atau ketersediaan komoditi tersebut sedang berlimpah.

"Contohnya saja padi, saat sedang panen raya harganya jatuh. Sekarang misalnya, sawit harganya masih dibeli dengan harga murah dari ketetapan yang ada. Inilah yang harusnya menjadi perhatian, kalau mau petani kita sejahtera," pungkasnya.

Harga Sawit Banyuasin Tingkat Petani

Harga sawit Palembang, harga sawit Banyuasin tingkat petani paling tinggi Rp 1.200 per kg, Selasa (27/9/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved