Berita Muratara

Seperti Setia Marga, Sengketa Pilkades Lubuk Kemang Muratara Juga Dialihkan ke Kabupaten

Sengketa pilkades Desa Lubuk Kemang Muratara Dialihkan ke Kabupaten, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Sekretaris panitia pilkades tingkat Kabupaten Muratara, Gusti Rohmani menunjukkan kunci gembok ruangan tempat disimpannya kotak suara pilkades Desa Setia Marga dan Desa Lubuk Kemang yang keduanya bersengketa. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah 


TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Pleno penetapan hasil pilkades di Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), belum ada keputusan menang kalah, Selasa (27/9/2022). 

Sama seperti pleno sengketa pilkades di Desa Setia Marga (SP4) Kecamatan Karang Dapo, Senin (26/9/2022) kemarin, proses penyelesaiannya juga berlangsung cukup alot.

Sengketa yang terjadi di pilkades Desa Lubuk Kemang ini karena ada dua dari empat calon kades memperoleh suara terbanyak dengan jumlah yang sama yakni 460 suara alias draw. 

Dua calon kades yang draw tersebut adalah calon petahana Muhammad Sopli nomor urut 3 dan calon bernama Suharto nomor urut 4.

Mengingat penyelesaian di tingkat kecamatan hari ini belum ada kesepakatan dari kedua pihak calon yang bersengketa, sehingga akan diselesaikan di tingkat kabupaten.

Ketua panitia pilkades tingkat kabupaten, Alfirmansyah mengatakan dari musyawarah yang diikuti semua pihak terkait di kantor Camat Rawas Ulu belum menemukan kemufakatan. 

"Ketika ditanyakan ke masing-masing calon tidak sepakat, maka sesuai dengan Perbup (peraturan bupati) yang ada, seluruhnya dikembalikan ke panitia pilkades tingkat kabupaten," katanya. 

Alfirmansyah menjelaskan, proses penyelesaian sengketa pilkades Desa Lubuk Kemang belum menyentuh pada ranah mengenai bunyi pasal dalam Perda tentang perolehan suara draw. 

Saat ini sedang dilakukan penyelesaian mengenai ada saksi dari calon nomor urut 4 Suharto mengajukan keberatan bahwa adanya suara calon mereka yang dianggap tidak sah. 

"Untuk itu akan kami pelajari lagi, karena ada komplain, jadi kita selesaikan satu-satu, jadi kita belum mengarah ke pasal draw, kita mau menyelesaikan komplain itu dulu," ujar Alfirmansyah. 

Baca juga: Sehari 500 Pelanggaran Lalu Lintas Terekam Kamera ETLE di Muratara, Ini Pelanggaran Terbanyak

Panitia tingkat kabupaten menargetkan penyelesaian terhadap komplain dalam sengketa pilkades Desa Lubuk Kemang tersebut selama tujuh hari.

"Nanti hasilnya seperti apa kita lihat tujuh hari lagi, begitu juga yang Desa Setia Marga penyelesaiannya balik ke tingkat kabupaten juga, kapan selesainya, yang jelas kita tetap mengacu pada jadwal tahapan," katanya.
 
 
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved