Berita Palembang

Cerita Hendra, Penjual Kue Leker Palembang, Raup Omzet Rp 650 ribu per hari

Hendra, Sudah puluhan tahun berjualan kue Leker Palembang di dekat sekolah Adabiyah 2 Palembang.

TRIBUNSUMSEL.COM/WIDYA TRI SANTI
Hendra, Penjual Kue Leker Palembang di dekat sekolah Adabiyah 2 Palembang, Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sudah puluhan tahun Hendra berjualan kue leker di kawasan sekolah Adabiyah 2 Palembang.

Hendra mengaku menghabiskan 6 Kilogram adonan kue leker tiap harinya.

Dari adonan kue leker itu, Hendra meraup Omzet Rp. 650 ribu per hari.

"Saya jualan setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore. Alhamdulillah bisa menghabiskan 6 kilogram adonan leker dengan penghasilan bisa Rp. 650 ribuan per harinya," katanya kepada tribunsumsel.com, Selasa (27/9/2022).

Lanjut, ia menuturkan 6 kilogram adonan ini dibuatkan oleh istrinya Hendra dengan berbagai rasa seperti, rasa original berwarna kuning dan rasa pandan berwarna hijau.

Satu leker yang ia jual seharga Rp. 1.500.

"Alhamdulillah habis semua. 4 kilogram rasa original, 2 kilogram rasa pandan. Leker ini saya buat pakai manual dengan cara diputar, lalu diberi gula satu sendok teh setelah itu diberi susu kental manis rasa coklat," ucap Hendra yang sudah 10 tahun berdagang leker di jalan Betet Palembang.

Hendra berusia 55 tahun yang tinggal bersama istri dan satu anaknya mengatakan untuk hasil leker per harinya tidak bisa ia prediksikan karena tidak pasti. 

"Kalau adonan satu kilogram itu bisa hasilkan 100 lebih leker. Leker ini diminati anak-anak sekolah dan juga orang dewasa pun rela ikut antri," kata Hendra yang tinggal di kawasan pasar Kuto Palembang.

Hendra menceritakan semangat nya ia mencari rejeki dengan cara berdagang leker. 

"Saya dari pagi sampai sekarang tidak berhenti-henti, untuk minum saja saya harus berdiri dan untuk makan aja belum. Tapi Alhamdulillah bersyukur ramai sekalu hari ini ada yang rela antri sampai setengah jam," ucap syukur Hendra.

Baca juga: 5 Perguruan Tinggi di Palembang dipilih Kemenkumham Sumsel Gelar Dialog RUU KUHP

Hendra menambahkan untuk saat ini ia belum membuka jasa pesanan karena takut tidak sempat untuk buat pesanan.

Pantauan Tribunsumsel.com terlihat ada sekitar 6 orang dewasa rela ikut antri demi untuk mendapatkan leker Hendra.

"Saya dari tadi ini mengantri untuk beli leker pak Hendra, saya setiap hari beli ini untuk anak saya. Mengantri lama karena banyak yang suka dengan leker ini ada yang sampai beli 20 leker," ucap Vini pembeli yang rela mengantri.

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved