Semburan Lumpur di Indralaya Ogan Ilir

Semburan Lumpur Indralaya Ogan Ilir Berbeda dengan Lapindo, Berikut Penjelasannya

Semburan Lumpur yang terjadi di Indralaya Ogan ilir dipastikan berbeda dengan Lumpur Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur. Berikut Penjelasannya

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Penampakan lubang di titik proyek sumur bor yang terjadi semburan lumpur di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Menara Fitrah di Indralaya, Ogan Ilir, Senin (26/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Semburan lumpur di proyek sumur bor di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Menara Fitrah Indralaya, Ogan Ilir, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat terutama yang tinggal radius terdekat dari lokasi.

Di dunia maya, banyak yang menyamakan semburan lumpur di Indralaya Ogan Ilir  dengan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Dinas PU Perkim Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai OPD yang ditunjuk Pemprov Sumsel membangun proyek sumur tersebut menegaskan Lumpur Indralaya Ogan Ilir Berbeda dengan Lumpur di Lapindo.

Kadis PU Perkim Sumsel Basyaruddin Akhmad, melalui Kabid Perumahan Yudho Joko Prasetyo mengatakan, seusai RAB, kedalaman sumur bor tersebut mencapai 135 meter.

Namun saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 100 meter, gas metan di bawah lahan rawa terdorong keluar lewat jalur pengeboran.

"Sehingga saat pertama kali semburan ada material pasir, batu yang terdorong oleh gas metan," kata Yudho kepada TribunSumsel.com, Senin (26/9/2022).

Gas metan yang berada di kedalaman 100 meter, kata Yudho, biasa ditemukan di bawah lahan rawa.

Begitu juga saat pengerjaan proyek sumur bor di area SIT Menara Fitrah yang berlokasi dekat rawa. 

Menurut Yudho, setelah semburan dengan intensitas tinggi, saat ini di titik pengeboran tak ada lagi semburan material berbahaya.

Yudho meneragkan, dorongan gas metan dari bawah tanah mengakibatkan riakan lumpur di lubang dengan diameter 10 meter di titik pengeboran.

"Kalau sekarang kan bisa lihat sendiri, tidak ada semburan yang tekanannya sangat tinggi. Hanya riakan lumpur karena dorongan gas," jelas Yudho.

Disinggung soal lumpur Lapindo, dijelaskan Yudho, kasus di area SIT Menara Fitrah tak akan seperti lumpur yang ada di Sidoarjo tersebut.

Semburan lumpur Lapindo karena dorongan gas bumi akibat penggalian di kedalaman lebih dari 400 meter.

"Kalau di Indralaya itu kan gas metan. Kalau di Sidoarjo, itu gas bumi yang tekanannya sangat tinggi," papar Yudho.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved