Semburan Lumpur di Indralaya Ogan Ilir

Saran Dinas ESDM Sumsel Soal Semburan Lumpur di Indralaya Ogan Ilir

Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM ) Sumsel akhirnya buka suara terkait semburan lumpur di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir masih berlangsung

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Semburan lumpur di dekat sekolah Islam terpadu (SIT) Menara Fitrah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir masih berlangsung hingga, Senin (26/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Semburan lumpur di sekolah Islam terpadu (SIT) Menara Fitrah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir masih berlangsung hingga, Senin (26/9/2022).

Semburan lumpur di Indralaya saat aktivitas pengeboran sumur pertama kali terjadi,  Sabtu (24/9/2022) petang sekira pukul 18.30 WIB.

Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM ) Sumsel akhirnya buka suara terkait semburan lumpur yang menggegerkan warga itu.

Kasi Geologi, ESDM Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Piter Haryanto menyebut semburan lumpur disebabkan adanya gas. 

"Walaupun nantinya gas tersebut akan habis dengan sendirinya, sarannya lebih baik ditutup dan pindah ke galian lainnya," kata Piter Haryanto saat dikonfirmasi, Senin (26/9/2022).

Menurut Piter, kalau istilahnya ada yang bilang gas rawa, gas yang terperangkap dalam gambut.

Sebab gambut itukan cikal bakal batubara, disitu kalau terjadi penumpukan gambut hingga tebal maka bisa terjadi seperti itu 

"Di batubara ada gas metannya, nah umumnya gas rawa seperti itu. Memang nantinya kalau gasnya sudah abis akan berhenti, namun sarannya ditutup saja. Karena kalau ada gasnya, artinya disitu ada jalur gasnya," ungkapnya

Terkait kedalaman sumur bor yang akan dibuat mencapai 150 meter, menurutnya kedalamannya tergantung kegiatan geolistrik atau saran yang dilakukan sebelum dilakukan pengeboran. 

"Jadi sebelum ditentukan mau dibor sampai kedalaman berapa meter tentunya ada analisa tersendiri. Kalau untuk standar kedalam sumur untuk air bersih tidak ada hanya memang disesuaikan dengan analisa masing -masing," katanya

Menurutnya, dengan kedalaman 30 meter atau 40 meter saja sudah ada airnya.

Hanya saja memang ada pertimbangan tertentu seperti kalau musim kemarau dan hujan juga mempengaruhi.

"Kalau tidak terlalu dalam maka saat musim kemarau bisa saja habis airnya. Untuk itu dibuat lebih dalam, agar tidak berpengaruh terhadap musim hujan ataupun kemarau air tetap ada," ungkapnya 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved