Berita Palembang

Kisah Rini, Bocah Penderita Lumpuh Layu di 11 Ulu Palembang, Sang Ayah Kuli Panggul

Rini (10) penderita Lumpuh Layu di 11 Ulu Palembang hanya dapat berbaring, untuk makan Ia harus disuapi oleh kedua orangtuanya.

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAT
Potret Nuraini (pakaian pink) bersama anaknya yang bernama Rini, bocah 10 tahun alami lumpuh layu di 11 Ulu Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sepasang suami istri harus merawat salah satu anaknya yang mengalami lumpuh layu sejak lahir di sebuah rumah bedeng sederhana yang berlokasi di Lorong Sehati, Kelurahan 11 Ulu, RT 01 RW 01 Palembang. 

Asnarik (40) dan Nuraini (36) harus menghidupi Rini yang kini baru berusia 10 tahun.

Rini adalah anak kedua dari tiga bersaudara yang mengalami lumpuh layu sejak lahir, karena tak sengaja menelan air ketuban saat didalam kandungan setelah Nuraini mengalami pecah ketuban. 

Tribunsumsel.com mengunjungi kediaman sederhana Nuraini dan Asnarik yang berupa bedeng kayu dan melihat kondisi Ririn yang hanya bisa terlentang.

Bahkan untuk duduk pun bocah malang ini tak sanggup dan harus dibantu orangtuanya. 

Dengan kondisi yang lumpuh itu, Rini tak bisa melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan untuk sekedar makan ia harus disuapi dan Buang Air Besar (BAB) perlu dibantu gel atau cairan pelancar BAB. 

"Kalau mau makan atau minum biasanya dia hanya buka tutup mulutnya atau mengeluarkan suara mengecap dari mulut itu tandanya dia mau makan atau minum. Sedangkan untuk BAB pakai bantuan gel, kalau tidak punya uang untuk beli gel terpaksa dia nanti BAB sampai keluar sendiri, " ungkap Nuraini kepada Tribun Sumsel, Sabtu (24/9/2022) sore. 

Mirisnya ia sama sekali tak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota untuk membantu pengobatan anaknya.

Sebab suami Nuraini yakni Asnarik, hanya bekerja sebagai kuli panggul di Pasar 16 Ilir. 

Penghasilan sang suami hasil bekerja sebagai kuli panggul hanya berkisar Rp 18 ribu - Rp 60 ribu per hari, yang harus dicukupkan untuk memenuhi kebutuhan ketiga anaknya. 

Sementara Nuraini berjualan es dan jajanan anak- anak di depan rumahnya. 

"Penghasilan suami ya cukup-cukupin aja mas buat kami makan, buat Rini dan kakak sama adiknya. Dikatakan kurang ya cukupin saja, " katanya. 

Nuraini mengungkapkan jika penyebab sang putri sampai mengalami kondisi demikian karena tak sengaja tertelan air ketuban.

Rini yang saat itu masih bayi pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Muhammad Hoesin karena tak menangis usai dilahirkan. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved