Berita Musi Rawas

Perbaikan Irigasi Kelingi-Tugumulyo di Musi Rawas Hingga 2023, Petani Pasrah, Sawah Mulai Kering

Perbaikan irigasi Tugumulyo-Kelingi di Musi Rawas akan dilakukan hingga awal 2023. Petani pasrah lahan mulai kering dan retak.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/EKO MUSTIAWAN
Perbaikan irigasi Tugumulyo-Kelingi di Musi Rawas akan dilakukan hingga awal 2023. Petani pasrah lahan mulai kering dan retak, Sabtu (24/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Perbaikan irigasi Tugumulyo-Kelingi di Musi Rawas akan dilakukan hingga awal 2023.

Proses perbaikan irigasi Tugumulyo-Kelingi di Musi Rawas yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII sudah berjalan beberapa waktu.

Sebagian petani di Kabupaten Mura Sumsel mulai pasrah dengan nasib lahan persawahannya yang kini mulai kering dan retak-retak.

Hal ini disebabkan lahan persawahan mereka memang memanfaatkan irigasi Kelingi-Tugumulyo untuk pengairannya.

Sebelumnya, sebagian petani khususnya di wilayah Kecamatan Tugumulyo dan Kecamatan Purwodadi, nekat menanam padi. Sebab, beberapa hari sebelumnya, sempat terjadi hujan, sehingga petani bisa menanam padi.

Namun, saat ini cuaca panas yang terjadi sepanjang hari di beberapa wilayah di Kabupaten Mura, membuat irigasi kering total dan sawah pun ikut mengering dan retak-retak.

Baca juga: Peta Wilayah Rawan Bencana Alam di Musi Rawas, Banjir Longsor dan Puting Beliung, BPBD Siaga 24 Jam

Hal itu tentu dikhawatirkan para petani padi yang nekat menanam padi, kini mereka pasrah dengan kondisi yang ada. Selain kekeringan, padi milik petani juga sebagian dirusak oleh hama tikus yang semakin merajalela.

"Sekarang pasrah, mau panen alhamdulillah, tidak yang kami terima," kata Budi salah seorang petani di Desa Rejosari Kecamatan Purwodadi, kepada Sripoku.com, Sabtu (24/9/2022).

Menurut Budi, sebelumnya para petani di Desanya tersebut nekat tanam padi, karena beberapa hari sebelumnya, sering terjadi hujan dan irigasi di desanya juga masih menyisakan air, meskipun tidak banyak.

"Kemarin tanam, karena ada hujan dan ada sisa air irigasi. Jadi kami bisa ambil air (nyedot) di irigasi. Tapi sekarang sudah kering total irigasinya," ungkapnya.

Budi berharap, agar beberapa hari kedepan bisa turun hujan, sehingga padi milik petani, bisa mendapat suplai air dan bisa kembali segar dan tumbuh berbuah.

Senada disampaikan, Irma yang juga seorang petani di Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo mengaku hal yang sama. Bahkan, selama pengeringan Irigasi Kelingi-Tugumulyo, lahan sawahnya yang tak lagi mendapat suplai air yang cukup.

"Kami yang tanam padi ini, karena lahan kami basah, sehingga tidak bisa di tanami jagung atau sayuran lainnya," ungkapnya.

Jadi agar lahan persawahan tetap produktif sambung Irma, maka dia dan petani lainnya nekat tanam padi. Sedangkan untuk suplai airnya, hanya mengandalkan dari air hujan.

"Kalau tidak hujan, sawah kami juga kering. Karena, memang petani yang nanam padi ini, mengandalkan air hujan," tutupnya.

Dia berharap, agar pengerjaan irigasi Kelingi-Tugumulyo dapat dipercepat, sehingga petani bisa kembali produktif.

Berdasarkan informasi melalui baliho yang dipasang oleh BBWSS VIII di beberapa pintu air, menyebutkan bahwa pengeringan Irigasi Kelingi-Tugumulyo akan berlangsung hingga awal Januari 2023 mendatang.

Pengeringan ini merupakan tahap yang kedua. Sebelumnya juga sudah dikeringkan dan kembali dibuka. (sp/eko mustiawan)

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved