Berita Palembang

Sakit Karena Pancaroba, 517 Anak Dirawat di RS Siloam Palembang, Waspada ISPA dan DBD

Sakit karena pancaroba, di RS Siloam Sriwijaya Palembang berdasarkan data anak terserang ISPA, DBD dan thypoid pada September ada 517 kasus.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Sakit karena pancaroba, di RS Siloam Sriwijaya Palembang berdasarkan data anak terserang ISPA, DBD dan thypoid pada September ada 517 kasus. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sakit karena pancaroba peralihan musim kemarau ke hujan, anak-anak banyak terserang flu, batuk, Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), thypoid dan lain-lain. 

Seperti di RS Siloam Sriwijaya Palembang berdasarkan data yang ada sakit karena pancaroba untuk penyakit ISPA, DBD dan thypoid saja di bulan September ini sudah ada 517 anak-anak.

Dokter Spesialis Anak di RS Siloam Sriwijaya dr Avyandita Meirizkia, SpA mengatakan, sekarang sudah mulai masuk musim peralihan. Replikasi virus menjadi cepat menyebar dan banyak anak menderita sakit karena pancaroba.

"Yang perlu diwaspadai saat pancaroba yaitu ISPA dan DBD," kata Dokter Spesialis Anak di RS Siloam Sriwijaya dr. Avyandita Meirizkia, SpA saat dikonfirmasi, Jumat (23/9/2022).

Menurutnya, imunitas juga menurun karena suhu yang tiba-tiba berubah dari panas ke hujan. Debu juga bisa berpotensi masuk ke saluran pernapasan.

Aktivitas anak juga sudah mulai padat, dari yang sebelumnya hanya dirumah saja, sekarang sudah kembali sekolah dari pagi sampai sore. Sehingga saat anak tidak terbiasa dengan kegiatan itu, imunitasnya juga ikut turun.

Baca juga: Penyebab Kecelakaan Truk Kontainer Tabrak Gerobak Donat Hingga Pajero di Palembang

Belum lagi kalau ada yang sakit (batuk pilek) tetapi prokes penggunaan masker tidak diterapkan, maka makin mempercepat penyebaran penyakitnya.

"Untuk menjaga kesehatan anak-anak maka tipsnya, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan cara tetap menggunakan masker terutama saat kegiatan belajar di sekolah," katanya

Lalu, tetap rajin mencuci tangan sebelum makan dan minum. Kemudian makan makanan bergizi dan bersih. Bila batuk atau pilek sebaiknya tidak masuk sekolah.

ilustrasi anak pilek
ilustrasi anak pilek ()

Sebagai informasi berdasarkan data yang ada untuk penyakit ISPA, DBD dan thypoid di bulan Agustus ada 642 dan di bulan September ini sudah ada 517 anak-anak.

Rinciannya yang rawat inap pada Agustus untuk ISPA ada 69 anak, DBD 19 anak dan thypoid empat anak. Lalu di September untuk ISPA ada 41 anak, DBD 11 anak dan thypoid lima anak.

Kemudian untuk yang rawat jalan di Agustus ada 501 anak yang ISPA, 16 anak yang thypoid dan 33 anak DBD. Lalu di September ada 425 anak yang ISPA, 22 anak DBD dan 13 anak thypoid.

Sedangkan berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel untuk DBD trennya terjadi peningkatan, dimana pada 2021 di Sumsel ada 1.135 kasus DBD dan empat meninggal, sedangkan di 2022 baru di September kasus DBD sudah mencapai 1.840 kasus dan yang meninggal 21 orang.

Baca berita lainnya langsugn dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved