Berita Banyuasin

Kasus Pembebasan Lahan Tol Kapalbetung, Kejari Banyuasin Terima Pengembalian Rp 386 Juta

Kejari Banyuasin menerima pengembalian uang negara dari tersangka dan saksi kasus dugaan korupsi pembebasan jalan tol di Desa Suka Mulya Banyuasin

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Kades Suka Mulya Kecamatan Banyuasin III Firmansyah mewakili sejumlah saksi mengembalikan uang yang pernah diterima dari mantan kades Abdul Kadir ke Kejari Banyuasin, Jumat (23/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Kades Suka Mulya Kecamatan Banyuasin III Firmansyah mewakili sejumlah saksi, mengembalikan uang senilai Rp 386 juta lebih kepada negara melalui Kejari Banyuasin, Jumat (23/9/2022).

Pengembalian uang ini, diserahkan kepada Kejari Banyuasin yang diterima langsung Kajari Banyuasin Agus Widodo SH MH.

Uang ini, terkait kasus dugaan korupsi jual beli lahan rawa pembebasan jalan tol di Desa Suka Mulya Kecamatan Banyuasin III Banyuasin.

Kades Suka Mulya Kecamatan Banyuasin III Firmansyah mewakili sejumlah saksi mengaku, dirinya dan juga sejumlah saksi yang mengembalikan uang kerugian yang dialami negara berdasarkan kesadaran sendiri.

"Kami tidak tahu, saat itu nama kami hanya dimasukan ke dalam daftar penerima ganti rugi. Baru tahu, bila ini merupakan rekayasa dari kades yang lama. Dengan kesadaran, kami mengembalikan uang negara ini," katanya singkat.

Sedangkan Kajari Banyuasin Agus Widodo SH MH didampingi Kasi Pidsus Hafis Mahadi dan Kasubsi Penyidikan Giovani SH MH menuturkan, uang kerugian yang dialami negara dari proyek pembebasan tol di Banyuasin senilai Rp 1.2 miliar.

Pengembalian ini, dilakukan para saksi dalam tiga tahap.

"Tersangka Abdul Kadir pada tanggal 27 Juli 2022 lalu, sudah mengembalikan senilai Rp senilai Rp 30 juta. Lalu pada tanggal 23 Juli 202, kami kembali menerima titipan uang lagi sebesar Rp 249. 937.000 yang diserahkan langsung Kades Suka Mulya Firmansyah," kata Kajari.

Uang yang dikembalikan para saksi berasal dari Firmansyah senilai Rp 64.205.100, Subhanudin Rp 69.321.500, Eka Hendra Rp 30 juta Iskandar Rp 20 juta, Sudi Irawan Rp 66.410.400.

Total uang yang sudah dikembalikan dari kerugian yang dialami negara total Rp 249.937.000.

Para saksi, dengan kesadaran sendiri kembali mengembalikan uang kepada negara Jumat, 23 September 2022 melalui Kejari Banyuasin senilai Rp 106.845.775.

Uang yang diterima Kejari Banyuasin ini, berasal dari saksi Eka Hendra Rp 38.890.675 dan Zulkarnain 67.955.100 dengan totalnya Rp 106 juta lebih.

"Mantan Kades Abdul Kadir yang sebelumnya kami tetapkam tersangka, sudah dilakukan penahanan. Untuk saat ini, kasusnya terus berjalan," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Riyan Aditya Kadis PU Perkimtan Banyuasin, Kadis Termuda, Bedah 500 Rumah tak Layak Huni

Seperti diberitakan sebelumnya, bila Mantan Kades Suka Mulya Kecamatan Banyuasin III yakni Abdul Kadir melakukan rekayasa dengan menyatut sejumlah nama dalam pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Banyuasin.

Mantan Kades Suka Mulya ini, sengaja membuat Surat Pengakuan Hak atas Tanah milik negara menjadi milik perorangan. Tanah negara yang dibuatkan Abdul Kadir seluas 10 hektare dengan 17 SPHT. Sehingga negara mengalami kerugian senilai Rp 1.2 miliar di tahun 2019 lalu.

Dalam kasus dugaraan korupsi ini, Mantan Kades Suka Mulya paling banyak mendapatkan uang dari hasil pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Banyuasin.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved