Berita Ogan Ilir

Pencabutan Laporan Polisi Guru Tampar Murid di Ogan Ilir Belum Selesai, Ini Mekanismenya

Pencabutan laporan polisi guru tampar murid di SMAN 1 Pemulutan Selatan Ogan ilir (OI) belum dapat diproses, Simak Mekanismenya

TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rahman. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Kasus guru tampar murid di SMAN 1 Pemulutan Selatan Ogan ilir (OI) diketahui telah berakhir damai melalui mediasi.

Kesepakatan perdamaian kasus guru tampar murid di ogan lir membuat wali siswa memutuskan mencabut laporan ke polisi guru tampar murid, Senin (19/9/2022) lalu.

Di hari yang sama, wali murid mendatangi Mapolres Ogan Ilir untuk mencabut laporan kekerasan yang dibuat pada Jumat (16/9/2022) lalu.

Namun pencabutan laporan polisi itu belum bisa diproses karena polisi meminta wali siswa melengkapi berkas┬ápencabutan laporan.

Salah satunya surat pernyataan dari seluruh wali murid berjumlah 32 orang, yang diketahui oleh pihak SMAN 1 Pemulutan Selatan.

Hari ini, sejumlah wali murid beserta Kepala SMAN 1 Pemulutan Selatan, Masnawati, mendatangi Mapolres Ogan Ilir.

Hadir juga Pengawas Wilayah Ogan Ilir dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan, Candra Dewi.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Andi Baso Rahman, melalui Kasat Reskrim AKP Regan Kusuma Wardani mengatakan, polisi siap menjadi penengah perkara ini.

Namun kedua belah pihak, baik wali murid maupun pihak sekolah harus memberikan konfirmasi perdamaian secara resmi.

"Informasinya, kedua belah pihak sudah terjalin kesepakatan perdamaian. Namun belum terkonfirmasi kepada penyidik," kata Regan kepada TribunSumsel.com, Kamis (22/9/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved