Berita Muratara

Calon Kepala Desa Meninggal, Besok Pencoblosan Pilkades Muratara 2022, Ini Kata Panitia

Calon kades Sungai Jauh, Rawas Ulu Muratara Sukoco meninggal jelang pencoblosan yang digelar besok, ini kata panitia Pilkades Muratara 2022.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Calon kades Sungai Jauh, Rawas Ulu Muratara Sukoco meninggal jelang pencoblosan Pilkades 2022 yang digelar besok, Kamis (22/9/2022). Foto semasa hidup almarhum Sukoco (tengah). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Calon Kepala Desa (kades) Sungai Jauh, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sukoco meninggal dunia pada Minggu (18/9/2022) beberapa hari jelang pencoblosan Pilkades Muratara 2022.

Almarhum Sukoco yang merupakan calon petahana di Pilkades desa tersebut mendapat nomor urut 2 dari 3 calon yang akan bertarung pada Pilkades serentak Muratara 2022 di 50 desa, Kamis (22/9/2022) besok.

"Yang meninggal dunia almarhum Sukoco sudah digugurkan sesuai dengan aturannya," kata Bupati Muratara, Devi Suhartoni pada wartawan, Rabu (21/9/2022).

Ketua Panitia tingkat kabupaten Pilkades Muratara 2022, Alfirmansyah menjelaskan calon kades yang meninggal tersebut digugurkan sesuai Pasal 29 Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 82 Tahun 2017 tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa.

"Dalam pasal itu disebutkan bahwa apabila ada yang meninggal, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur," katanya.

Baca juga: Harga Karet Palembang: Dua Hari Anjlok, Harga Karet Hari Ini Naik, KKK 100 Persen Rp 19.817 per Kg

Alfirmansyah menyebutkan, karena ada tiga calon kades di Desa Sungai Jauh maka yang tertera di surat suara tetap tiga kolom.

Namun untuk nama dan foto almarhum Sukoco nomor urut 2 pada surat suara dihilangkan, walau kolomnya tetap tiga.

"Itu juga sudah disetujui oleh pihak keluarga almarhum. Atas kedewasaan berpolitik pihak keluarga almarhum bahwa itu dihilangkan saja, dan kami dari panitia memberikan apresiasi tinggi," katanya.

Alfirmansyah menambahkan, bila foto dan nama almarhum tidak dihilangkan dalam surat suara, maka berpotensi membuat bingung pemilih saat pencoblosan.

"Apabila nantinya ada pemilih yang tetap mencoblos foto almarhum yang telah dikosongkan itu, maka suara tersebut tetap tidak bisa dihitung, tidak sah," ujarnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved