Breaking News:

Berita OKI

Protes Jalan Rusak Antar Desa Pagar Dewa-Desa Sodong OKI, Warga Tanam Singkong

Protes kerusakan jalan penghubung antar Desa Pagar Dewa menuju Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir berlangsung, Selasa siang

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Jalan penghubung antar Desa Pagar Dewa menuju Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir ditanami pohon singkong oleh warga setempat, Selasa (20/9/2022) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Protes kerusakan jalan penghubung antar Desa Pagar Dewa menuju Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir berlangsung, Selasa (20/9/2022) siang.

Aksi protes jalan rusak dilakukan warga setempat dengan menanami jalan dengan pohon singkong.

Aksi ini merupakan bentuk protes setelah jalan yang menunjang aktivitas warga rusak sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut warga, jalan yang rusak dan berlumpur tersebut memiliki panjang lebih dari 10 kilometer dan tidak sedikit pengendara roda dua terjatuh saat melintas.

Bahkan dalam kurun waktu satu bulan terakhir jalan akses ini sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan roda empat atau mobil.

"Liat saja sendiri kondisi jalannya sudah rusak parah dan tidak bisa lagi dilewati mobil," ujar pemuda bernama Nato Hatta kepada Tribunsumsel.com, Selasa (20/9/2022) siang.

Menurutnya alasan jalan ditanami dengan pohon singkong akibat kekecewaan masyarakat karena sejak puluhan tahun lalu tidak pernah tersentuh perbaikan.

"Atas ketidakpedulian pemerintah kepada masyarakat Pagar Dewa terkait jalan akses disini. Maka kami akan menanam singkong ini dijalan yang tak kunjung dibenahi," ungkapnya seraya menanam singkong di jalan berlumpur.

Dikatakannya bahwa jalan ini merupakan akses penghubung satu-satunya yang bisa dilewati untuk menuju ke desa tetangga.

"Dikarenakan tidak bisa dilewati mobil, maka kalau ada warga yang mau belanja atau mengangkut hasil kebun terpaksa melewati sungai dengan memakai perahu ketek ataupun speed boat," papar dia.

Tentunya sangat menambah ongkos perjalanan. Semisal menggunakan speed boat jarak sekitar 10 kilometer memakan waktu tempuh 7 menit. Dengan biaya naik speed boat mencapai Rp 250.000.

"Sedangkan jika menggunakan perahu ketek waktu tempuhnya lebih lama sekitar setengah jam dengan biaya perorangnya yaitu Rp 50.000," jelas Nato.

Selain itu bagi pengendara mobil yang hendak naik perahu atau speed boat. Terpaksa meninggalkan mobil mereka di dermaga seberang.

"Bahkan mobil pun harus ditinggal di lokasi dermaga sampai berhari-hari. Sangat menyusahkan bagi penduduk sini," tuturnya.

Ia bersama masyarakat setempat berharap kepada pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Provinsi Sumatera Selatan agar jalan penghubung antar desa tersebut segera diperbaiki. 

Baca juga: Kebakaran di Pagar Dewa Mesuji OKI, Rumah Panggung Rata Dengan Tanah

Bahkan, ia meminta kerusakan jalan itu ada yang bertanggung jawab.

"Kalau rusak begini siapa yang mau tanggung jawab. Kami meminta agar jalan ini segera diperbaiki," ujarnya. 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved