Berita MUBA

Member Laporkan Bandar Arisan ke Polres MUBA, Kerugian Disebut Capai Rp 6 milyar

Seorang bandar arisan dilaporkan ratusan member di Kabupaten MUBA Sumatera Selatan ke Polres MUBA oleh Membernya.

SRIPOKU/FAJERI
Sejumlah member arisan menunjukkan laporan ke Polres MUBA, Senin (18/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU- Seorang bandar arisan dilaporkan ratusan member di Kabupaten MUBA Sumatera Selatan ke Polres MUBA.

Ratusan member mengaku menjadi korban penipuan berkedok arisan yang dijalankan oleh sang bandar.

Tak tanggung-tanggung, total uang yang sudah disetorkan ratusan member dalam arisan ini mencapai miliaran rupiah.

Kuasa hukum korban, Ketua LPBHNU Muba Fahmi mengatakan para member sebagai korban arisan tersebut jumlahnya kurang lebih 550 orang, dengan total kerugian kurang lebih dari Rp 6 milyar.

Arisan tersebut dikelola oleh seorang bandar perempuan yang disebut-sebut berinisial MI.

"Klien kita EN dengan nama FB Regina Putri reseller dari Bandar arisan MI yang membawahi sekitar 500 nasabah dengan kerugian pokok sebesar Rp5.195.000.000 dan SU reseler dari Bandar arisan MI membawahi sekitar 50 nasabah dengan total kerugian pokok​ sebesar Rp860.000.000," ujar Fahmi, Senin (18/9/2022).

Ia menambahkan, pada tanggal 15 September 2022, MI menandatangani surat perjanjian yang intinya siap mengembalikan uang pokok, sesuai tanggal jatuh tempo, namun hingga saat ini belum ada serupiah pun uang yang cair.

Pihaknya lantas melayangkan surat pengaduan ke Polres Muba dengan nomor LP STPL/428/IX/2022/SUMSEL/RES MUBA, tanggal 16 September 2022 yang diterima langsung SPKT Polres Muba.

"Selain klien kita, masih banyak korban yang lain. Saya meminta pak kapolres segera mengamankan dan memeriksa MI. Jika bapak Kapolres tidak segera mengamankan MI, maka korban akan menggelar aksi demo dengan massa sekitar 700 orang untuk menuntut MI mengembalikan kerugian korban, sekaligus meminta menutup atau menghentikan transaksi jual beli arisan bodong," tegasnya.

Seorang member yang menjadi korban,  EN mengaku, sudah ikut dalam arisan ini bulan Mei tahun 2022.

Saat awal beli arisan dengan modal Rp10 juta dijanjikan bulan depan menjadi Rp15 juta.

Baca juga: Dua Calon Kades di Muba Dilaporkan ke Polda Sumsel, Diduga Lakukan Pemalsuan Surat

Adapun uang pokok yang sudah disetor kepada bandar beinisial MI, hingga bulan September 2022 sebesar Rp1,5 milyar.

Terakhir dirinya menyetor uang pribadi sebesar Rp150 juta.

Sementara, Kapolres Musi Banyuasin AKBP Siswandi SIK SH MH​ melalui Kasi Humas Polres Muba AKP Susianto saat dikonfirmasi membenarkan surat laporan pengaduan telah diterima beberapa hari lalu dan saat sedang ditindaklanjuti (SP/FAJERI)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved