Berita Nasional

Gubernur Luka Enembe Tersangka, Rumah Pribadi Dijaga Massa, KPK Diminta Libatkan TNI dan Brimob

Hal tersebut membuat Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus melib

Editor: Moch Krisna
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Gubernur Papua Lukas Enembe 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan sebagao tersangka dugaan kasus korupsi.

Sayangnya pemeriksaan terhadap Lukas Enembe terganjal setelah rumah dijaga sekelompok massar.

Hal tersebut membuat Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus melibatkan TNI dan Brimob.

“KPK harus ajak Brimob dan TNI,” kata Boyamin Saiman dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Senin (19/8/2022). Boyamin mengingatkan penegakan hukum tidak boleh dikalahkan oleh tekanan massa.

Oleh karena itu, KPK dinilai harus berani mengambil langkah tegas dan terukur dalam mengusut dugaan korupsi tersebut.

Baca juga: Kekayaan Lukas Enembe Gubernur Papua Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi, Total Punya Aset Rp 33 Miliar

Boyamin mengaku sepakat keberadaan massa yang berjaga di rumah Lukas Enembe dan mengganggu kerja tim penyidik KPK merupakan bentuk perintangan penyidikan.

“KPK harus berani ambil tindakan tegas dan terukur dengan libatkan aparat yang lain,” ujar Boyamin.

Sebelumnya, kabar penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka mencuat dari tim pengacaranya 12 September lalu.

Mereka menyebut Lukas menjadi tersangka atas kasus dugaan gratifikasi Rp 1 miliar terkait proyek di Papua sejak 5 September.

“Ada surat dari KPK, 5 September bapak gubernur sudah jadi tersangka, padahal Pak Gubernur sama sekali belum didengar keterangannya," kata anggota tim hukum Gubernur Papua, Roy Renin.

Halaman
12
Sumber: Kompas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved