Berita Nasional

Sosok Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers yang Meninggal Dunia Saat Kunjungan Kerja di Malaysia

Adapun Azyumardi Azra lahir di Lubuk Alung, Padangpariaman, Sumatra Barat pada 4 Maret 1955.

Editor: Slamet Teguh
Koresponden Tribunnews.com/ Richard Susilo
Sosok Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers yang Meninggal Dunia Saat Kunjungan Kerja di Malaysia 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenal sosok Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pers yang meninggal dunia di Selangor, Malaysia, Minggu (18/9/2022).

Berita duka kembali datang di Indonesia.

Hal tersebut tak lepas usai Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azka meninggal dunia.

Seperti diketahui, Azyumardi mengalami gangguan kesehatan dalam kunjungan kerjanya di Malaysia.

Azyumardi kemudian menjalani perawatan intensif oleh tim dokter di Rumah Sakit Selangor, Malaysia.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un...Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu 'anhu..Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Guru kami, Prof Azra semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran dan keikhlasan. Aamiin..Aamiin..ya Rabbal 'alamiin," keterangan yang diterima Tribunnews.com, Minggu (18/9/2022).

Adapun Azyumardi Azra lahir di Lubuk Alung, Padangpariaman, Sumatra Barat pada 4 Maret 1955.

Dia menikah dengan Ipah Farihah dan dikaruniai 4 anak, yakni Raushanfikri Usada, Firman El-Amny Azra, Muhammad Subhan Azra, dan Emily Sakina Azra.

Azyumardi Azra dikenal sebagai Profesor ahli sejarah, sosial, dan intelektual Islam.

Dia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada masa jabatan 1998-2006.

Pada 2006, posisinya sebagai Rektor resmi digantikan oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat.

Selain itu, pada tahun 2010, dia memperoleh titel Commander of the Order of British Empire, yakni sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan menjadi 'Sir' pertama dari Indonesia.

Tujuh tahun kemudian (2017), Azyumardi Azra mendapatkan Orde Matahari Terbit: Kelas Bintang Emas dan Perak (Order of Rising Sun: Gold and Silver Star) yang merupakan tingkat tertinggi tanda jasa itu, dari Kaisar Jepang saat itu, Akihito (Heisei).

Orde Matahari Terbit adalah tanda jasa pertama yang dianugerahkan Jepang pada 1876 sewaktu Kaisar Meiji, kaisar yang mencanangkan Restorasi Meiji tahun 1868 bertakhta.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved