Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

Meringis Kesakitan Ditembak, Pencuri Rumah Kosong di 29 Ilir Palembang Ditangkap

Polisi mengungkap pencurian rumah kosong di kawasan 29 Ilir Palembang. Pelaku Dandi ditangkap saat berada di kawasan Monpera Palembang.

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD
Dandi, pelaku pencurian rumah kosong saat dibawa ke Polrestabes Palembang, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pelaku pencurian rumah kosong di kawasan 29 Ilir Jalan Sungai Tawar, Palembang Ditangkap im Opsnal Pidum dan Tekab 134 Satreskrim.

Pelaku Dandi (24) warga 3 Ilir ini  diringkus saat berada di sekitaran Monpera Palembang,  Rabu (14/9/2022). 

Dandi meringis kesakitan usai menerima satu tembakan pada kakinya dan kini telah digiring ke Polrestabes Palembang. 

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi melalui Kanit Pidum AKP Robert Sihombing mengatakan, pelaku merupakan seorang residivis pencurian dan kerap beraksi bersama seorang temannya. 

"Dia ini residivis pencurian, kami amankan saat sedang berjalan di dekat Monpera, dia terlibat pencurian handphone dengan membobol rumah di 29 Ilir pada bulan Agustus lalu, " katanya usai membawa tersangka ke Polrestabes Palembang. 

Tiga unit handphone milik korban merk Oppo, Vivo dan Xiaomi dibawa lari Dandi bersama temannya yang sudah ditangkap lebih dulu oleh Polsek Ilir Barat II. 

"Handphone korban sudah dijual, dan katanya digunakan untuk membeli narkoba, " ujarnya. 

Sementara Dandi mengakui perbuatannya, pria yang berstatus duda ini telah mencuri handphone dengan masuk ke rumah orang sebanyak empat kali. 

"Sudah empat kali pak (mencuri) semuanya di daerah Sungai Tawar. Pernah dipenjara sebelumnya tahun 2020 lalu selama 1 tahun 6 bulan karena maling handphone juga, " ungkapnya. 

Tiga unit handphone ia curi dari sebuah rumah yang sedang ditinggalkan pemiliknya Dandi dan temannya masuk dengan cara merusak pintu menggunakan linggis.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Simpang Bandara Palembang, Truk Tabrak Ibu dan Anak, Sang Ibu Tewas

Dandi mengaku ia hanya bertugas melihat kondisi rumah sepi dan bisa dimasuki. 

Hasil menjual handphone ia mendapat uang senilai Rp 1,2 juta dan dibagi dua dengan temannya untuk membeli sabu-sabu. 

"Dipakai untuk sabu pak uangnya. Terakhir nyabu setelah maling itulah, handphone dijual ke kawasan pasar Cinde, " katanya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved