Breaking News:

Berita OKU

Penipuan Wanita Cantik di OKU, Uang Korban Dikuras Nyaris Rp 1 Miliar, Pelaku Pengantin Baru

Penipuan wanita cantik di OKU, uang korban seorang ibu muda yang tak lain teman dekatnya hampir Rp 1 miliar dikurasr,  pelaku masih pengantin baru.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/LENI JUWITA
Penipuan wanita cantik di OKU, uang korban seorang ibu muda yang tak lain teman dekatnya hampir Rp 1 miliar dikuras,  pelaku masih pengantin baru, Rabu (14/9/2022). Foto pelaku penipuan TN (33). 

Tidak diduga pertemanan yang tidak tulus ini berakhir dengan mimpi buruk, TN yang masih pengantin baru setelah 2 bulan menikah tega menipu teman dekatnya.

Wanita berusia 33 tahun kini statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan tinggal menunggu waktu dilimpakan ke Kejaksaan.

Tersangka tercatat warga Jln. Kh Abdurahman Wahid Lrg. Mike Kuning Kelurahan Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur ini

Wanita yang selalu tampil dengan wajah kinclong ini tersandung kasus tindak pidana penggelapan atau penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 KUHPidana SUBS 378 KUHPidana.

Tersanga diancam hukuman 4 tahun penjara, karena tersangka tidak ditahan maka setelah vonis pengadilan maka tersangka tidak ada pemotongan masa tahanan.

Praktik tipu-tipu dengan modus pengobatan non medis yang ditawarkan TN kepada korban berhasil l menguras uang di rekening korban dengan nominal Rp. 983.580.018 yang ditarnsfer berkali-kali sejak tahun 2017 - 2021.

Terpisah Tria Noviani menuturkan kronologi kejadian, pada tahun 2017 dirinya ditawari penggobatan non medis TN yang sudah kenal baik dengan korban ini berjanji akan mengajak korban berobat ke orang disebut-sebut ustad yang bisa membantu korban mengobati berbagai macam penyakit dan permasalahan keluarga yang korban alami.

TN lalu memberikan nomor hp, nomor orang yang disebut TN bisa mengobati korban. Beberapa waktu kemudian ada yang menghubungi korban Via SMS menggaku seorang ustad dengan menggunakan nomor HP yang seperti diberikan TN, menawarkan pengobatan Non medis Online kepada korban dan korbanpun setuju.

Selama proses penggobatan, korban telah melakukan penggobatan dengan ustad sebanyak 23 kali sejak tahun 2017 s/sd 2021, selama berobat itu korban diminta membayar uang mahar yang totalnya sudah sebesar Rp. 983.580.018. Uang sejumlah itu ditransfer ke salah satu bank swasta atas nama RG.

Korban yang juga ibu rumah tangga ini selalu dimodusi oleh TN dengan berbagai cara yang sangat halus sehingga korban tidak menyadari uangnya sudah ratusan juta habis.

"Kalau dio minta transfer dio tu makso dan pernah sampai tejual tanah," terang ibu muda ini dengan nada kesal.

Setelah berjalan 4 tahun proses penggobatan tidak ada hasilnya dan korban merasa ditipu TN dan baru menyadari orang yang disebut-sebut ustad hanyalah tipuan belaka. Begitu juga rekening bank atas nama RG yang katanya milik Ustad diduga milik orang lain.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved