Berita OKI

Pembunuhan Artoni Kades Kuala 12 OKI Segera Disidangkan, Pelaku Tak Gangguan Jiwa

Kasus pembunuhan Artoni bin Mesir (51) Kepala Desa (kades)  Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  segera disidangkan

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Tersangka Ari Anggara (29) saat dimintai keterangan di Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir, Rabu (14/9/2022) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Kasus pembunuhan Artoni bin Mesir (51) Kepala Desa (kades)  Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)  segera disidangkan.

Kasus pembunuhan dengan tersangka Ari Anggara (29) dinyatakan sudah lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan OKI pada Rabu (14/9/2022) sore.

Kepala Kejari OKI Dicky Darmawan, SH melalui Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri OKI, M Arif Yunandi SH mengatakan tadi berkas perkara tersangka telah diterima oleh pihak Kejari.

"Hari ini kita menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti perkara pembunuhan Kades Kuala 12 Kecamatan Tulung Selapan yakni dari penyidik Polsek Tulung Selapan, Polres OKI karena sudah lengkap," ungkapnya kepada awak media.

Sebelumnya berkas perkara ini telah dilakukan penelitian oleh JPU hingga akhirnya lengkap. 

"Dalam perkara pembunuhan Kades ini untuk jaksa yang ditunjuk yakni Rila Febriana SH dan secepatnya kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Kayuagung berkas perkaran nya," ujarnya tersangka segera menjalani proses persidangan.

Diberikan sebelumnya, Kapolres OKI AKBP Dili Yanto melalui Kapolsek Tulung Selapan, AKP M Firmansyah menyampaikan pembunuhan (kades)  Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI terjadi pada  Jum'at (29/7/2022)

Kejadian bermula saat  tersangka Ari Anggara sedang duduk di teras rumahnya dan tidak berselang lama korban lewat didepannya hendak melangsungkan sholat Maghrib.

"Disaat melintas korban melihat tersangka tetapi tidak menegurnya. Selain tersinggung ditambah lagi adanya dendam lama, kemudian tersangka masuk ke dapur dan mengambil pisau dan mencari korban," papar Kapolsek.

Lebih lanjut, sewaktu korban sedang ngambil air wudhu didampingi oleh dua orang saksi bernama Anang dan Rizal disitulah tersangka menikam punggung korban.

"Setelah beberapa kali ditusuk, tubuh korban pun terjatuh ke sungai. Sedangkan 2 orang saksi dilokasi langsung lari ketika melihat korban ditikam," ucapnya.

Baca juga: Berurusan Sama Saya, Reaksi Dandim OKI Soal TNI Disebut Seperti Gerombolan Ormas

Dari hasil pemeriksaannya sementara diperoleh bahwa tersangka menaruh dendam kepada korban dan disangkakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

"Dari pemeriksaan juga didapati kalau kondisi kejiwaan korban normal (bukan orang dalam gangguan jiwa) dan tidak dalam pengaruh narkoba dikarenakan hasil tes urine negatif," 

"Maka atas perbuatannya Ari Anggara diancam hukuman penjara minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved