Santri Gontor Tewas

Kawal Kasus, Kuasa Hukum Keluarga AM Santri Gontor Meninggal Akan Berangkat ke Jatim

Kawal kasus, tim kuasa hukum keluarga AM (17) santri Gontor meninggal asal Palembang tewas oleh seniornya di pondok berencana berangkat ke Jawa Timur.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Titis Rachmawati, SH kuasa hukum keluarga AM santri Gontor meninggal mengatakan tim mereka akan berangkat ke Ponorogo bertujuan untuk mengawal kasus penganiayaan yang kini sedang berjalan, Selasa (13/9/2022). Titis bersama Kasat Reskrim Polres Ponorogo (kiri) saat otopsi jenazah AM, Kamis (8/9/2022) lalu. 

Bukan hanya utama, namun semua pihak terkait dengan kejadian memilukan tersebut diharapkannya dapat diusut tuntas.

Di sisi lain, ibu tiga anak itu mengungkapkan, ada terbesit di benaknya untuk bertemu langsung dengan kedua pelaku.

"Jika bertemu, pertama ingin aku peluk mereka. Benar-benar kupeluk kuat. Mungkin tidak bisa ngomong, cuma bisa menangis saja," ucapnya.

Sementara itu, Soimah bersama keluarganya dan tim kuasa hukumnya belum menentukan sikap yang akan diambil ke depan.

"Terpenting hukum ini terus berjalan, pihak kepolisian juga jangan hanya tersangka saja, tapi pihak lainnya harus diusut tuntas," tegasnya.

Pelaku Dua Santri Senior

Kepolisian Polres Ponorogo resmi menetapkan dua tersangka dalam kasus tewasnya AM (17) santri Gontor asal Palembang meninggal di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Senin (12/9/2022).

Keduanya adalah mantan santri berinisial MFA (18) asal Tanah Datar Sumbar dan IH (17) asal Pangkal Pinang Bangka Belitung yang tak lain senior korban AM santri Gontor meninggal selama mengenyam pendidikan di Gontor.

Titis Rachmawati, kuasa hukum keluarga korban AM santri Gontor meninggal mengapresiasi kinerja Polres Ponorogo yang sudah menetapkan dua tersangka penganiayaan tersebut.

"Selanjutnya sebagaimana harapan keluarga, semoga pelaku diproses hukum setimpal dengan perbuatannya," ujar dia.

Sedari awal, keluarga korban sudah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Saat disinggung kemungkinan adanya pertemuan antara keluarga korban dan pelaku, menurut Titis, bila hal itu diharapkan terjadi maka keluarga pelaku yang harus mengupayakannya.

"Kalau mau bertemu, ya harusnya keluarga pelaku yang mencari keluarga korban di Palembang. Ajak bicara baik-baik. Tapi sejauh ini belum ada dari keluarga pelaku yang menghubungi keluarga korban," ujarnya.

Sebelum penetapan tersangka, rombongan perwakilan pengurus PMDG yang diketuai DRS KH Akrim Mariyat berziarah ke makam AM di Palembang, Jumat (9/9/2022).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved