Breaking News:

Berita Kriminal Palembang

Penipuan Voucher Belanja, IRT di Palembang Lapor Polisi, Begini Kronologinya

Seorang ibu rumah tangga (IRT) melaporkan modus penipuan voucher belanja dari Lazada yang dialaminya ke SPKT Polrestabes Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Aziza Nurmala Santi (41) melaporkan penipuan yang dialaminya ke SPKT Polrestabes Palembang, Minggu (11/9/2022) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang ibu rumah tangga (IRT) melaporkan penipuan yang dialaminya ke SPKT Polrestabes Palembang. 

Aziza Nurmala Santi (41) warga Komplek Perum Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang mengaku sudah jadi korban penipuan dengan modus voucher belanja dari Lazada. 

Akibat penipuan itu, Aziza mengalami kerugian sebesar Rp.2,9 juta dari isi rekeningnya yang berhasil dikuras oleh pelaku. 

"Awalnya saya ditawari dapat hadiah dalam bentuk voucher," ujarnya, Minggu (11/9/2022). 

Kronologi penipuan modus voucher belanja dari Lazada. itu bermula ketika Aziza dihubungi oleh nomor tak dikenal yang mengatasnamakan Lazada, Rabu (7/9/2022). 

Dengan tipu dayanya, pelaku berhasil meyakinkan Aziza bahwa dirinya mendapat hadiah dalam bentuk voucher belanja sebesar Rp.2 juta. 

"Terus orang (pelaku) itu bilang, kalau ibu masukkan (isi vouchernya) ke Lazada, tidak bisa diuangkan. Jadi disarankannya masuk ke rekening saja," tuturnya. 

Entah bagaimana, lanjut Aziza, kode OTP (on time password) rekeningnya bisa terbuka begitu saja setelah mengikuti arahan dari pelaku. 

Aziza baru menyadari adanya tindak penipuan setelah melihat pesan dari SMS banking yang memberi tahu bahwa uang di dalam rekeningnya telah berkurang. 

Aliran tersebut berpindah secara otomatis ke aplikasi dana milik pelaku. 

"Untung saya pakai SMS banking, jadi setiap transaksi ada pemberitahuan. Disitu saya bilang, loh kok uang saya yang berkurang. Kan katanya saya yang dapat uang," ucapnya. 

Mendapat reaksi tersebut dari Aziza, pelaku langsung mematikan percakapan diantara mereka. 

Namun tak lama berselang, pelaku kembali menghubungi Aziza dan memintanya kembali melakukan instruksi yang orang tak dikenal itu berikan. 

"Mungkin dia kurang puas karena di dalam rekening saya masih ada uang. Jadi ditelpon nya lagi. Ulangi lagi bu, ikuti lagi instruksi saya. Nah pas terakhir dia memilih pakai barcode . Disitu saya sadar, ada arahan buat transfer ke rekening dia dari rekening saya," ucapnya. 

Menyadari hal tersebut, Aziza bergegas memindahkan seluruh isi rekeningnya yang tersisa ke rekening milik sang anak. 

Hal itu dia lakukan agar uangnya tak lagi dikuras pelaku. 

"Terus dia (pelaku) marah. Kenapa ibu tidak ikuti instruksi kami. Saya balik marah, karena uang saya yang ilang sebelumnya. Terus dia matikan lagi, lalu nomor saya diblokir. Logo lazadanya juga hilang di nomor itu," ujarnya. 

Baca juga: Belum Sesuai, Reaksi Ojol di Palembang Tanggapi Kenaikan Tarif dan BBM

Kejadian ini menjadi pembelajaran besar bagi Aziza dan keluarganya. 

"Saya berharap pelaku segera ditangkap dan tidak ada lagi korban-korban selanjutnya," kata dia. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved