Berita Nasional

Investigasi Kemenag Sebut Ada Surat Tak Libatkan Polisi Soal Kematian Santri Gontor Anak Soimah

Investigasi Kemenag Sebut Ada Surat Tak Libatkan Polisi Soal Kematian Santri Gontor Anak Soimah

TRIBUNSUMSEL.COM-Anak Soimah yang belajar agama di Pesantren Gontor telah menghadap yang ilahi.

Sang ibu menyebut kalau kematian sang anak karena kekerasan di Pesantren Gontor.

Bahkan Hotman Paris meminta kasus tersebut ditegakkan dengan adil.

Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, Muhammad Nurul Huda buka suara mengenai kejadian tersebut,dilansir Youtube Kompas TV, Sabtu (9/9/2022).

Salah satunya adalah adanya surat pernyataan wali santri bermaterai dan berisi sejumlah poin.

Satu diantara poin tersebut tidakl melibatkan aparat kepolisian dalam urusan pondok.

"Tidak melibatkan pihak luar pondok aparat kepolisian, aparat hukum dan lain lain, dalam menyelesaikan urusan pondok darusalam gontor," ujar Muhammad Nurul Huda.

Polres Ponorogo menyebut  santri yang menganiaya korban masih anak-anak.

Baca juga: Hotman Paris Iba dengan Nasib Soimah: Mari Kita Bantu Walau Beda Keyakinan, Hotman Tak Dendam

Sehingga Polres Ponorogo menyiapkan pendampingan sosial untuk proses pemeriksaan.

Ada 25 orang jadi saksi termasuk 2 santri korban, menurut Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo.

Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, Muhammad Nurul Huda buka suara mengenai kejadian di pesantren gontor, Sabtu(9/9/2022).
Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, Muhammad Nurul Huda buka suara mengenai kejadian di pesantren gontor, Sabtu(9/9/2022). (Kolase Tribun Medan Dan Tribunnews)
Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved