Harga Sawit Palembang

Harga Sawit Palembang: Berita Sawit OKI, Warga Desa Mukti Sari Buat Tirai dari Pelepah Sawit

Manfaat kelapa sawit yang bisa digunakan yaitu pelepah menjadi kerajinan tirai seperti yang dibuat warga Desa Mukti Sari Lempuing OKI.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
DOK TRIBUN SUMSEL
Harga sawit Palembang, Manfaat kelapa sawit yang bisa digunakan yaitu pelepah menjadi kerajinan tirai seperti yang dibuat warga Desa Mukti Sari Lempuing OKI. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Seluruh komponen pohon kelapa sawit mulai dari buah, batang hingga pelepahnya memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.

Salah satu manfaat kelapa sawit yang bisa digunakan yaitu pelepah daun sawit yang bisa disulap atau dimanfaatkan menjadi kerajinan tirai atau yang biasa disebut bidai.

Tumpukan potongan pelepah kelapa sawit terlihat memenuhi halaman rumah warga di Desa Mukti Sari Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Tampak beberapa orang sibuk memotong bilah-bilah pelepah sawit dan ada juga yang bertugas menjemur supaya kering lebih tahan lama dan kuat.

Terlihat tangan lihai mereka menganyam helai demi helai potongan pelepah sawit yang sudah dibelah sesuai ukuran.

Sebagian wajah mereka basah oleh peluh. Sesekali lengan baju diusapkan di dahi untuk menghapus bulir-bulir keringat.

Tirai dari pelepah sawit yang dibuat warga Desa Mukti Sari Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Tirai dari pelepah sawit yang dibuat warga Desa Mukti Sari Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir. (TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI)

Husin salah satu pengrajin tirai asal Desa Mukti Sari menyebutkan sudah menggeluti bisnis tersebut sejak dua tahun terakhir.

"Sebenernya sejak dari dulu hampir 90 persen penduduk sini mencari dan membuat tirai sebagai kerjaan sambilan terutama bagi ibu-ibu rumah tangga,"

"Kalau saya sebelumnya bekerja memahat karet pribadi, karena sudah dijual maka saya ikutan berbisnis bidai (dalam bahasa Kayuagung)," ungkapnya saat ditemui.

Selanjutnya, Husin menuturkan terdapat 10 orang karyawan yang mana masing-masing bisa menghasilkan 4 sampai 5 tirai setiap harinya.

"Karena sudah terbiasa jadi untuk menyelesaikan satu lembar tirai membutuhkan waktu selama 2 jam. Di mana rata-rata perhari mampu menganyam 40 hingga 50 tirai siap jual," bebernya.

"Dengan begitu setiap bulannya bisa terkumpul hingga 400 tirai dan kalau laku terjual semua uang yang dihasilkan mencapai Rp 15 juta. Keuntungan setiap tirai bisa antara Rp 5.000-Rp 10.000," tambahnya.

Dijelaskan jika bahan utamanya yakni pelepah sawit yang sudah belah tipis-tipis. Lalu dijemur terlebih dahulu hingga kering dan nantinya dijadikan satu ikat yang berisi sekitar 250 ruas pelepah.

"Satu gulung pelepah sawit jika dianyam maka menghasilkan menjadi satu helai tirai ukuran 2x2 meter," bebernya.

Dirinya bersama anak bertugas mengumpulkan bahan baku dengan proses ngambil pelepas pohon sawit, lalu dipotong kecil-kecil di lokasi lahan.

Selanjutnya, dibawa pulang untuk dilakukan penjemuran jika cuaca panas memakan waktu 3-4 hari, sedangkan jika musim hujan bisa 5-6 hari pengeringan.

"Kalau untuk harga jual bahan baku yaitu Rp 14.000 per ikatnya. Jika yang sudah jadi tirai biasanya kalo jual ecer kualitas bagus Rp 50.000, kualitas yang jelek Rp 35.000," terang Husin.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved