Berita Banyuasin

Bukannya Dapat Bagi Hasil, Lahan Hamzah Malah Ingin Direbut Perkebunan Sawit

Sengketa lahat 340 hektare di Desa Asih Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin, Lahan Hamzah akan direbut perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Kuasa Hukum keluarga Hamzah yang baru selesai mengikuti sidang perdata di PN Banyuasin, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Membeli tanah sedikit demi sedikit untuk tabungan dan diberikan kepada anak-anaknya agar bisa hidup layak, Hamzah warga Desa Budi Asih Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin, malah harus menderita.

Pasalnya, tanah yang dibelinya sejak 1996 hingga terkumpul seluas 340 hektare di Desa Asih Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin, malah akan direbut perusahaan perkebunan sawit.

Menurut kedua anak Hamzah, Bambang Sugiharto dan Endang, awalnya bapak mereka mengadakan MOU dengan perusahan perkebunan sawit. Lahan mereka seluas 340 hektare digunakan perusahaan perkebunan sawit dengan sistem bagi hasil.

"Karena awalnya ada sistem bagi hasil untuk perusahaan 70 persen dan kami 30 persen, bapak mau MOU itu dilaksanakan pada tahun 2014. Bagi hasilnya mulai tahun 2017, tapi kenyataannya setelah lahan itu menghasilkan sama sekali tidak pernah diberikan bagi hasil. Sampai sekarang," katanya, Rabu (7/9/2022).

Keluarga Hamzah termasuk anak-anaknya, mencoba untuk meminta hak mereka kepada pihak perusahaan, Akan tetapi, sama sekali tidak dipedulikan.

Berharap dari bagi hasil dari perusahaan perkebunan sawit itu, Hamzah bisa menyekolahkan ketujuh anaknya, ternyata tak sesuai harapan.

Ketujuh anaknya malah harus putus sekolah dan harus bekerja membantu perekonomian keluarga.

Parahnya lagi, ternyata pihak perusahaan bekerjasama dengan oknum-oknum di desa berusaha menguasai lahan milik Hamzah.

"Kami berupaya mencari keadilan, tetapi malah kami yang diintimidasi. Sampai-sampai sekarang bapak kami itu sakit, karena kerap kali diintimidasi. Entah orang-orang dari mana, kami juga tidak tahu," ungkapnya.

Bambang Sugiharto anak ketiga Hamzah yang saat ini bekerja sebagai buruh pabrik, diberikan informasi bila ada pengacara yang bisa membantu tanpa ada embel-embel.

Dari situlah, Bambang meminta bantuan hukum kepada tim pengacara dari Jakarta ini, agar bisa mendapatkan hak mereka baik itu bagi hasil maupun lahan mereka yang dikuasai perusahaan.

Sedangkan kuasa hukum keluarga Hamzah yakni adv Hj Lelawati Lawe bersama rekan-rekannya adv Palti Hultagaol, adv Sugito, adv Martinus, adv Dienda, adv Rahmawati adv Joshua, dan adv Sudarman mengatakan pihaknya dengan hati nurani ingin membantu keluarga Hamzah.

Terlebih, ketika mendatangi rumah Hamzah yang memprihatinkan.

Seharusnya lahan seluas 340 hektare bisa memberikan kehidupan yang layak, saat ini malah membuat keluarga Hamzah menjadi kesusahan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved