Berita OKI

Mutasi Kejari OKI, Dicky Darmawan Jabat Kajari OKI, Pejabat Lama Abdi Reza Pindah Kajari Pasuruan

Mutasi Kejari OKI dan serah terima akan dilakukan Rabu (7/9/2022) besok. Kajari OKI dijabat Dicky Darmawan menggantikan Abdi Reza Fachlewi Junus MH.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Mutasi Kejari OKI dan serah terima akan dilakukan Rabu (7/9/2022) besok. Kajari OKI dijabat Dicky Darmawan menggantikan Abdi Reza Fachlewi Junus MH. Foto Kajari OKI sebelumnya, Abdi Reza Fachlewi Junus MH. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Mutasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Komering Ilir (OKI) dan serah terima akan dilakukan Rabu (7/9/2022) besok.

Mutasi Kejari OKI ini berdasarkan SK mutasi yang ditandatangani Jaksa Agung ST Burhanudin Nomor: 254. Selain itu, ada juga SK Nomor: KEP-IV-515/C/08/2022.

Dalam SK Jaksa Agung RI ini menjelaskan  mutasi Kejari OKI. Jabatan Kepala Kejari (Kajari) OKI dijabat Dicky Darmawan. Sebelumnya Dicky menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Tual, Provinsi Maluku.

Sedangkan Abdi Reza Fachlewi Junus MH pejabat Kajari OKI sebelumnya mendapat promosi dan pintah tugas jadi Kajari Pasuruan Jawa Timur.

Saat ditemui awak media, Abdi Reza menyebutkan proses serah terima jabatan akan berlangsung Rabu (7/6/2022) besok di Kejaksaan Tinggi Negeri Sumatera Selatan.

Menurutnya selama masa kepemimpinannya mulai Januari hingga Juli 2022. Pihaknya berhasil menangani kasus yang masuk tahap satu atau pengiriman berkas ke Kejari terdata ada sebanyak 190 perkara.

Ada 97 perkara merupakan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) dari polres OKI.

Sedangkan yang dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kayuagung sebanyak 214 berkas perkara.

Selisih kasus tersebut berasal dari sisa kasus yang tidak dituntasan pada tahun 2021 lalu.

"Selama saya bertugas disini ada beberapa perkara yang menonjol, pertama waktu saya baru menjabat adalah perkara tindak pidana umum pembobolan bank BRI. Dimana saat itu disidangkan, sudah inkrah dan telah dieksekusi,"

"Lalu ada perkara pemerasan terhadap Almarhum mantan Inspektur Inspektorat OKI, itu juga sudah putus dan inkrah serta telah dieksekusi juga," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (6/9/2022) pagi.

Sedangkan untuk kasus tindak pidana korupsi ada beberapa perkara tunggakan yang juga telah diselesaikan. Seperti kasus di Dinas BKKBN mengenai penyalahgunaan anggaran.

"Dalam perkara ini terdapat 9 tersangka, namun 1 orang meninggal dunia sebelum perkara diserahkan oleh polres OKI ke kami. Dimana 8 tersangka sudah disidangkan, telah inkrah dan sudah kami eksekusi juga," ujarnya.

Selain itu, dijelaskan terdapat juga beberapa perkara tindak pidana korupsi yang merupakan produk dari Kejari OKI sendiri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved