Berita Muara Enim

Dua Preman Kampung Peras Kontraktor Pertamina di Muara Enim, Dijebak Korban Saat Minta Uang

Dua preman kampung Ajisman (46) dan Esi Syahbudin (41) peras kontraktor Pertamina di Muara Enim. Keduanya ditangkap polisi setelah dijebak korbannya.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ARDANI ZUHRI
Dua preman kampung Ajisman (46) dan Esi Syahbudin (41) peras kontraktor Pertamina di Muara Enim. Keduanya ditangkap polisi setelah dijebak korbannya dengan barang bukti tangkap tangan Rp 5 juta. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Dua preman kampung bernama Ajisman (46) dan Esi Syahbudin (41) peras kontraktor Pertamina di Muara Enim.

Kedua preman kampung  warga Desa Baturaja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim yang memeras kontraktor Pertamina di Muara Enim terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Tarantula Unit Reskrim Polsek Rambang Dangku, Polres Muara Enim setelah dijebak korbannya.

Korban aksi preman kampung peras kontraktor Pertamina di Muara Enim ini bernama Adi Susanto (41) warga Kelurahan Sukaraja, Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih, di Desa Baturaja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim,

Informasi dihimpun, kronologis kejadian dua preman peras kontraktor ini, kejadian tersebut bermula ketika pelaku menyetop pekerjaan proyek jalan cor di Desa Baturaja yang sedang dikerjakan korban.

Saat itu dua preman tersebut meminta uang dengan alasan untuk uang pengawasan.

Jika kontaktor tidak mengabulkan permintaan tersebut, dua preman tersebut tidak mengizinkan kontraktor melanjutkan pekerjaan.

Baca juga: Viral Video Asusila Oknum ASN di OKI, Pelaku Diduga Kepala Puskemas, Adegan dan Chatting Tak Senonoh

Pihak kontraktor berkomunikasi dengan pelaku melalui telpon dan menanyakan bagaimana caranya agar pekerjaan tersebut tidak terhambat.

Saat itu pelaku dua preman tersebut mengajak bertemu dengan kontraktor.

Sebelum pertemuan tersebut, kedua preman itu memang sudah meminta uang ke pihak Pertamina sebagai pemilik proyek.

Namun, oleh pihak Pertamina pun menyampaikan hal tersebut kepada kontraktor. Dari informasi dari Pertamina tersebut kontraktor sudah mengerti kalau Pelaku ingin meminta uang.

Atas adanya upaya pemerasan tersebut, kontraktor tersebut melaporkan ke Polsek Rambang Dangku, dan akhirnya disepakati tempat penyerahan uang tersebut.

Kontraktor pun sepakat untuk bertemu pelaku dua preman tersebut. Saat itu diserahkan 5 juta kepada Pelaku dengan tujuan agar pekerjaan mereka lancar dan tidak ada lagi gangguan dari pelaku.

Ternyata pelaku belum puas hanya diberi Rp 5 juta dan meminta agar uang tersebut ditambah lagi menjadi Rp 10 juta dengan alasan banyak yang harus dibagi.

Namun kontraktor mengatakan ia tidak membawa uang lebih dan memilih meninggalkan pelaku.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved