Berita Pagaralam

Kelanjutan Terdakwa Narkoba Divonis Bebas di Pagaralam, Kuasa Hukum Lapor Balik

Terdakwa kasus Narkoba Divonis Bebas Hakim di Pagaralam kini melaporkan balik atas dugaan penganiayaan.

SRIPOKU/WAWAN
Terdakwa kasus dugaan penyalagunaan Narkoba di Pagar Alam Jeri Fernando bersama kuasa hukumnya Etal Pargas SH MH dan Vicky Seven Brando SH usai Menjalani Persidangan di PN Pagaralam, Rabu (27/7/2022). 

 

Jeri Fernando (34) warga Swakarya Kota Pagar Alam terdakwa kasus dugaan penyalagunaan narkoba yang ditangkap pada 27 Oktober 2021 lalu akhirnya dinyatakan bebas setelah menjalani masa persidangan dan masa penahanan kurang lebih selama 5 bulan. 

Terdakwa kasus dugaan penyalagunaan ini yang sempat dilumpuhkan atau ditembak oleh petugas saat penangkapan akhir divonis bebas oleh hakim yang dituangkan dalam agenda sidang putusan di Pengadilan Negeri Kota Pagaralam, Rabu (27/7/2022).

Pantauan dilapangan, vonis bebas tersebut didasari dengan tidak terbuktinya dua dakwaan yang disangkakan kepada terdakwa yang dibacakan oleh Hakim Ketua dipersidangan.

Kuasa Hukum terdakwa Jeri Fernando, Etal Pargas SH MH dan Vicky Seven Brando SH membenarkan vonis bebas yang diputuskan terhadap kliennya. 

Hal ini sesuai dengan putusan persidangan yang dibacakan oleh hakim ketua.

Dasar dari bebasnya Jeri Fernandi tersebut karena tidak terbukti bersalah dalam dua poin di surat dakwaan jaksa penuntut umum.

"Kita bersyukur setelah menjalani persidangan dalam kurun waktu 5 bulan terakhir ini, hasil keputusan sesuai dengan yang diharapkan," katanya.

Tak hanya itu pihaknya juga mengapresiasi pihak PN Pagaralam yang telah memberikan putusan bebas tersebut.

Karena telah bersikap adil dalam mengambil keputusan.

"Kita mengapresiasi pihak PN Pagar Alam dan mejelis hakim yang sudah memberikan putusan yang kami nilai sangat adil terhadap klien kami ini," jelasnya.

Baca juga: Penyesalan Maryanto, Pelaku Pembunuhan Waria di Lubuklinggau, Punya Putri Kembar

Selanjutnya, Etal mengungkapan berencana kedepan pihaknya akan melaporkan dugaan tindak kriminalisasi terhadap penangkapan kliennya tersebut oleh petugas kepolisian saat melakukan penangkapan. 

"Namun tindak lanjut tersebut masih akan dikoordasikan kepada pihak keluarga terdakwa tehadap upaya hukum selanjutnya," ungkapnya. (SP/WAWAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved